Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions, Saham Juventus Anjlok

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

Tidak hanya soal daya tarik klub, Juventus juga diperkirakan bakal mengalami keterbatasan finansial jika gagal tampil di Liga Champions.

Pendapatan dari hak siar, sponsor, dan bonus kompetisi Eropa akan berkurang drastis.

Dampaknya mulai terlihat di pasar saham. Pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, saham Juventus ditutup turun 2,83 persen di Bursa Saham Milan.

Baca Juga:Sabatini: AC Milan Tak Mungkin Sukses Jika Ibrahimovic Masih Bertindak sebagai Pelatih BayanganNeymar Masuk Skuad Brasil di Piala Dunia 2026, Ancelotti Coret Kaio Jorge dan Joao Pedro

Harga saham klub turun menjadi 1,955 euro per lembar atau sekitar Rp33.235 dengan kurs Rp17.000 per euro.

Penurunan itu membuat kapitalisasi pasar Juventus turun menjadi sedikit di atas 815 juta euro atau sekitar Rp13,8 triliun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan nilai 840 juta euro atau sekitar Rp14,2 triliun pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Lebih buruk lagi, harga saham Juventus kini berada di titik terendah sejak Juni 2024.

Kondisi itu mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap masa depan finansial dan performa olahraga klub.

Saat ini persaingan perebutan tiket Liga Champions Serie A memang berlangsung sangat ketat. Napoli sudah memastikan diri lolos dengan koleksi 73 poin.

Sementara itu, Milan dan Roma sama-sama mengoleksi 70 poin dan berada di posisi yang lebih menguntungkan dibanding Juventus yang tertahan di angka 68 poin bersama Como.

Baca Juga:Daftar Kiper Incaran Inter Milan untuk Gantikan Yann Sommer: Ada Nama David De GeaAllegri Minta Garansi Jika Bertahan di AC Milan: Tuntut Klub Beli Pemain Matang

Pada pekan terakhir Serie A, Milan akan menghadapi Cagliari, Roma bertandang ke markas Verona, Como melawan Cremonese, sedangkan Juventus harus menjalani Derby della Mole kontra Torino.

Kini, seluruh musim Juventus akan ditentukan dalam satu pertandingan terakhir.

Kegagalan lolos ke Liga Champions bukan hanya soal kehilangan gengsi, tetapi juga bisa memengaruhi kekuatan finansial, proyek transfer, hingga masa depan klub secara keseluruhan.

0 Komentar