Isu Pergeseran Lokasi RSUD Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Bikin Gaduh, Warga Datangi Kecamatan

RSUD Karangnunggal
Tokoh masyarakat dan Ormas di Kecamatan Karangnunggal saat audiensi menanyakan soal kepastian pembangunan rumah sakit, perguruan tinggi dan sekolah rakyat bersama Camat Karangnunggal di Kantor Kecamatan Karangnunggal, Kamis (23/4/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Isu bergesernya lokasi pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kecamatan Karangnunggal memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Organisasi masyarakat (ormas) bersama tokoh masyarakat setempat mendesak kejelasan rencana pembangunan yang hingga kini belum terealisasi.

Desakan itu disampaikan langsung kepada pemerintah Kecamatan Karangnunggal melalui audiensi dengan Camat Karangnunggal.

Pertemuan tersebut difokuskan pada kepastian sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai belum menunjukkan progres nyata, mulai dari RSUD, sekolah rakyat, hingga rencana pembangunan perguruan tinggi negeri.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Ketua GRIB PAC Karangnunggal, Redi Selamet, menegaskan bahwa kedatangan ormas dan tokoh masyarakat merupakan bentuk tuntutan atas ketidakjelasan informasi yang beredar.

“Kami mewakili masyarakat mulai jenuh dengan simpang siurnya informasi pembangunan baik rumah sakit daerah, sekolah rakyat sampai perguruan tinggi. Bahkan ada informasi sekolah rakyat malah dipindahkan ke lokasi lain,” paparnya, Kamis 23 April 2026.

Ia menjelaskan, awalnya pembangunan sekolah rakyat direncanakan di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal. Namun, belakangan muncul informasi bahwa lokasi tersebut akan dipindahkan ke wilayah lain, sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Menurutnya, sebagai pihak yang terdampak langsung, masyarakat berhak memperoleh kejelasan atas rencana pembangunan yang dijanjikan pemerintah daerah.

“Jadinya hanya omong kosong saja tanpa realisasi konkret dari pemerintah daerah. Kami mendesak kecamatan untuk memfasilitasi audiensi dengan Komisi IV DPRD dan dinas kesehatan,” jelas dia.

Lebih lanjut, masyarakat juga meminta kepastian terkait titik lokasi pembangunan RSUD di Karangnunggal agar aspirasi yang disampaikan memiliki kejelasan arah dan tindak lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Camat Karangnunggal, Suherman, mengakui adanya dinamika dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya terkait sekolah rakyat.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

“Iya benar bahwa rencana pembangunan sekolah rakyat dialihkan ke Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah. Pemindahan sekolah rakyat dikarenakan kendala teknis sertifikasi lahan,” terang Suherman.

Ia menjelaskan, lahan di lokasi awal di Desa Cikapinis masih dalam proses hak pengelolaan di Kementerian ATR/BPN, sementara salah satu syarat pembangunan adalah kepemilikan sertifikat lahan yang telah tuntas.

“Sementara syarat pembangunan sekolah tersebut lahannya harus sudah bersertifikat. Adapun rencana pembangunan lainnya di Desa Cikapinis, seperti pusat pemerintahan dan perguruan tinggi seperti UNPAD, UPI dan UNSIL, masih tetap sesuai rencana,” katanya.

0 Komentar