TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Proyek pembangunan jaringan air bersih di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan masyarakat setelah videonya viral di media sosial.
Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan yang dibangun dengan anggaran Rp432.383.000 itu dinilai belum memberikan manfaat bagi warga meski pekerjaan fisiknya telah rampung sejak tahun 2025.
Sorotan tersebut disampaikan Yono Taryono, warga Kampung Cijerah, Desa Cisempur. Dalam video yang beredar, Yono memperlihatkan kondisi jaringan perpipaan air bersih yang hingga kini belum juga mengalirkan air kepada masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan SPAM itu dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Alektrona dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung sejak 30 Juli 2025.
Yono mengaku heran karena fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah itu belum bisa digunakan. Padahal, proyek tersebut disebut telah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025.
“Sebagai warga, saya melihat pekerjaan ini tidak jelas. Sudah selesai sejak akhir tahun, tapi sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurut Yono, jaringan air bersih tersebut awalnya direncanakan untuk melayani sekitar 50 warga sebagai penerima manfaat. Namun hingga kini, warga belum pernah merasakan aliran air dari jaringan perpipaan tersebut.
Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, proyek tersebut seharusnya mampu menjawab kebutuhan dasar warga terhadap akses air bersih yang layak.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan sekaligus langkah konkret agar fasilitas yang sudah dibangun dapat segera difungsikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan tahun anggaran 2025 dan saat ini masih berada dalam tahap masa pemeliharaan sebelum proses serah terima selesai.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Menurut dia, informasi yang beredar seolah proyek tidak beroperasi sebenarnya kurang tepat, karena secara teknis jaringan tersebut sudah bisa dijalankan.
