Kritik Ranieri ke Gasperini Bukti Nyata Ada Bom di Ruang Ganti AS Roma

Claudio Ranieri
Claudio Ranieri Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Situasi di tubuh AS Roma kini menjadi sorotan tajam usai munculnya konflik internal yang dinilai berpotensi mengganggu keharmonisan tim.

Jurnalis senior Italia, Enzo Bucchioni, secara tegas menyebut kondisi Roma saat ini mengkhawatirkan.

Dalam analisanya di Tuttomercatoweb, ia menilai adanya “bom” di ruang ganti yang sewaktu-waktu bisa meledak jika tidak segera ditangani oleh manajemen klub.

Baca Juga:Bucchioni Yakin Scudetto Sudah dalam Genggaman Inter Milan: Mereka Tahu Cara Menderita, Bangkit dan MenangJurnalis Italia Tuding Cardinale Cuma Ingin Jadikan AC Milan Mesin Pencari Uang: Dia Tak Ingin Menang

Sumber utama ketegangan ini adalah komentar keras Claudio Ranieri terhadap Gian Piero Gasperini sebelum laga melawan Pisa.

Pernyataan Ranieri dianggap tidak biasa, mengingat sosoknya selama ini dikenal diplomatis dan jarang melontarkan kritik terbuka.

“Mengenai AS Roma, pernyataan keras Claudio Ranieri terhadap Gian Piero Gasperini terasa janggal, mengingat Ranieri dikenal sebagai sosok yang diplomatis,” tulis Bucchioni.

Meski belum menimbulkan dampak langsung di lapangan, Bucchioni menilai manajemen Roma—khususnya keluarga Friedkin—telah melakukan kesalahan dengan tidak segera mengambil langkah tegas.

“Roma masih berharap lolos ke Liga Champions, dan ‘bom’ seperti ini di ruang ganti seharusnya segera dinetralisir,” lanjutnya.

Bahkan, Bucchioni menyarankan langkah ekstrem jika diperlukan, yakni mencopot Ranieri demi menjaga stabilitas tim dan memperkuat posisi pelatih utama.

“Jika perlu, Ranieri harus segera disingkirkan untuk melindungi pelatih dan menjaga arah tim,” tegasnya.

Baca Juga:Sabatini Yakin Inter Raih Scudetto Musim Ini: Mereka Mengubah Mimpi Buruk Jadi Mimpi IndahInter Selangkah Lagi Raih Scudetto, Chivu Ledek Allegri dan Conte

Lebih jauh, ia menilai bahwa Roma tidak memiliki banyak pilihan jika ingin tetap kompetitif hingga akhir musim.

Konflik internal seperti ini, jika dibiarkan, berpotensi merusak fokus tim dalam perburuan tiket Liga Champions.

“Tidak ada jalan lain jika Roma ingin kembali memiliki harapan, kecuali memang ada keraguan terhadap pekerjaan dan terutama karakter Gasperini,” pungkas Bucchioni.

Ketegangan antara Ranieri dan Gasperini sendiri berakar dari perbedaan pandangan terkait skuad dan tanggung jawab.

Ranieri secara terbuka mengkritik sikap Gasperini yang dianggap terlalu mudah menyalahkan kualitas pemain atas performa buruk tim.

Ia menegaskan bahwa proses perekrutan pemain dilakukan secara kolektif, termasuk dengan persetujuan pelatih.

Dengan kata lain, Gasperini dinilai turut bertanggung jawab atas komposisi skuad saat ini.

0 Komentar