Salah satu contohnya adalah penjualan pemain-pemain kunci yang justru memiliki nilai pasar tinggi.
“Untuk menjaga keseimbangan keuangan, Milan menjual pemain terbaiknya karena mereka yang paling laku di pasar. Ini bukan keputusan teknis, melainkan keputusan bisnis,” kritiknya.
Komentar ini semakin mempertegas perdebatan yang sudah lama berkembang di kalangan pengamat sepak bola Italia.
Baca Juga:Sabatini Yakin Inter Raih Scudetto Musim Ini: Mereka Mengubah Mimpi Buruk Jadi Mimpi IndahInter Selangkah Lagi Raih Scudetto, Chivu Ledek Allegri dan Conte
Banyak pihak menilai Milan saat ini berada di persimpangan antara menjadi klub kompetitif atau sekadar entitas bisnis yang stabil secara finansial.
Musim ini sendiri menjadi bukti nyata dari inkonsistensi tersebut. Alih-alih bersaing di papan atas hingga akhir musim, Milan justru tertinggal cukup jauh dari rival-rivalnya dalam perburuan Scudetto.
Dengan situasi seperti ini, tekanan terhadap manajemen dipastikan akan semakin meningkat.
Para suporter tentu berharap klub dengan sejarah besar seperti AC Milan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga kembali mengejar kejayaan di lapangan.
