Biaya Kemasan Naik, Kadin Kota Tasikmalaya Sarankan UMKM Efisiensi atau Tingkatkan Nilai Produk

Kadin Kota Tasikmalaya
Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh saat memberikan sambutan dalam acara Tepang Juragan di Hotel Santika Tasikmalaya pada 2024. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kenaikan harga plastik mulai memberi tekanan serius terhadap pelaku usaha, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), karena memicu lonjakan biaya produksi yang sulit dihindari.

Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk segera menyesuaikan strategi agar operasional tetap berjalan tanpa mengganggu kestabilan usaha.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menilai gejolak harga plastik saat ini merupakan dampak berantai dari situasi global yang memengaruhi harga bahan baku.

Baca Juga:Koo Kyo Hwan Membuktikan, Mimpi Tidak Pernah Terlambat di Drakor We Are All Trying HereTak Mau Antre Berjam-jam? BPJS Ketenagakerjaan Kini Sediakan Klaim Online dengan Jadwal Pasti

Menurutnya, kenaikan tersebut bukan lagi sekadar fluktuasi biasa, melainkan persoalan yang mulai menekan daya tahan UMKM di tingkat lokal.

“Tentu kenaikan harga plastik ini memang sangat berdampak terhadap dunia usaha karena bagaimana pun juga kenaikan harga plastik dipicu oleh kenaikan dari sumber daya alam yang saat ini terjadi kenaikan akibat geopolitik dan tentu tidak bisa kita hindari dan memang sudah terjadi kenaikan harga plastik yang sudah ada di pasaran dan ini tentu akan berdampak buat para pengusaha khususnya UMKM,” ujar Asep.

Di tengah tekanan tersebut, para pelaku usaha di lapangan mengambil langkah yang berbeda-beda untuk menjaga usahanya tetap bertahan.

Sebagian memilih menahan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan, sementara yang lain mulai melakukan penyesuaian harga sebagai konsekuensi naiknya biaya kemasan.

“Saat ini teman-teman pun ada sebagian yang memang memilih untuk tetap menggunakan harga yang sudah ada, tetapi melakukan efisiensi di hal yang lainnya. Akan tetapi ada juga yang memang sudah menyesuaikan harga dengan kenaikan harga plastik itu. Tentu ini bagian dari strategi teman teman UMKM untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini,” katanya.

Asep menegaskan, dalam situasi seperti sekarang, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi UMKM agar tidak terjebak dalam tekanan biaya yang terus meningkat.

Karena itu, ia menilai pelaku usaha perlu segera menentukan langkah paling realistis sesuai kondisi usahanya masing-masing.

Baca Juga:Hijabers Serenity Ride Cirebon: Gaya, Keselamatan, dan Solidaritas Pecinta Honda ScoopyWork From Cafe: Rahasia Tetap Produktif di Tengah Suasana Santai

“Alternatif solusi paling realistis bagi UMKM untuk menekan biaya kemasan adalah memang tiada lain tidak kurang adalah pilihannya dua, efisiensi di hal yang lain atau meningkatkan value,” jelas Kadin Kota Tasikmalaya.

0 Komentar