TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Tasikmalaya untuk menggelar halal bihalal pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana koordinasi antar kepala sekolah.
Acara dihadiri kepala SMK negeri dan swasta se-Kota Tasikmalaya, para purna kepala sekolah, Kepala KCD Wilayah XII, serta sejumlah tamu undangan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyatukan langkah menghadapi agenda pendidikan ke depan, termasuk persiapan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Sekretaris Jenderal MKKS SMK Kota Tasikmalaya, Nandang Ali Nurjaman, memaparkan halal bihalal memiliki makna lebih dari sekadar saling memaafkan setelah Lebaran. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi antar kepala sekolah.
Baca Juga:Malam Guyub STC dan Kapolres Andi!59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026
“Kegiatan halal bihalal ini merupakan momentum penting dalam rangka menyampaikan beberapa program kegiatan MKKS ke depan, dalam rangka menjalin kekuatan silaturahmi dan koordinasi antar para kepala sekolah SMK se-Kota Tasikmalaya, juga sebagai ajang untuk menyamakan persepsi dalam rangka menyiapkan kegiatan penerimaan siswa baru tahun ajaran sekarang,” paparnya.
Ia menambahkan, kesamaan persepsi menjadi hal krusial, terutama dalam menghadapi pelaksanaan penerimaan siswa baru yang harus menyesuaikan kebijakan terbaru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, forum MKKS dinilai penting sebagai wadah koordinasi agar seluruh sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan aturan.
Selain membahas program kerja, kegiatan berlangsung dalam suasana akrab. Para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat hubungan personal dan profesional. Kehadiran para purna kepala sekolah turut memperkuat nuansa kebersamaan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, MKKS SMK Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjaga soliditas antaranggota serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan pendidikan kejuruan. (Fitriah Widayanti)
