Kini, sejarah yang lebih besar berada di depan mata.
Pelatih berusia 54 tahun itu hanya membutuhkan sekitar enam hingga tujuh kemenangan lagi untuk membawa Persib mencatatkan hattrick juara—sebuah pencapaian yang akan semakin mengukuhkan namanya dalam lembar emas klub.
Jumlah tersebut bahkan bisa berkurang apabila pesaing terdekat, Borneo FC Samarinda, terpeleset dalam persaingan papan atas.
Jalan menuju mahkota ketiga secara beruntun tentu tidak akan mudah.
Serangkaian laga berat sudah menanti, dimulai dari duel kontra Bali United FC, lalu menghadapi Dewa United FC, Arema FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, Persija Jakarta, hingga Persijap Jepara.
Delapan pertandingan tersisa bukan sekadar rangkaian laga penutup musim.
Baca Juga:Persib Harus Waspadai Pemain Bali United Ini, Lengah Sedikit, Gawang Teja Paku Alam Dalam BahayaPatut Dicontoh, Skuad Persib Memilih Tetap Menapak Bumi, Meski Peluang Juara Semakin Dekat
Bagi Persib dan Bojan Hodak, ini adalah delapan final yang akan menentukan dua hal sekaligus: masa depan trofi dan masa depan sang pelatih di Kota Bandung.
Jika mampu menutup musim dengan gelar ketiga beruntun, bukan tidak mungkin negosiasi kontrak itu akan berakhir dengan satu kesimpulan yang diinginkan Bobotoh: Hodak bertahan, dan era emas Persib terus berlanjut.
