TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Transformasi kelembagaan resmi diraih oleh Universitas Islam Tasikmalaya setelah menerima Surat Keputusan (SK) alih bentuk dari Institut Agama Islam (IAI) Tasikmalaya menjadi universitas pada 1 April 2026.
Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta yang menandai babak baru perjalanan institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi keislaman di Tasikmalaya.
Momentum tersebut disyukuri melalui kegiatan halal bihalal dan tasyakur bi nikmat yang digelar di aula kampus, Kamis (9/4/2026) dengan melibatkan seluruh civitas akademika.
Baca Juga:59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!
Rektor Universitas Islam Tasikmalaya, Dr Ade Zaenul Muttaqin MAg, menegaskan bahwa perubahan status ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan hasil dari proses panjang yang dilalui bersama seluruh elemen kampus.
Ia menekankan bahwa perubahan status kelembagaan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
“Perubahan alih bentuk ini merupakan anugerah dan berkah dari Allah SWT atas segala upaya dan jerih payah yang dilakukan oleh bapak ibu semuanya, baik dosen, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa, serta dukungan luar biasa dari jajaran pengurus yang senantiasa kompak,” ujarnya.
Ade menyebut bahwa perubahan status tersebut sekaligus menandai babak baru bagi institusi dalam mengembangkan peran dan kontribusinya di bidang pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, apa yang menjadi cita-cita untuk menjadi Universitas Islam Tasikmalaya akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi dari IAI Tasikmalaya menjadi universitas bukanlah perjalanan yang singkat. Proses tersebut melalui tahapan panjang dan penuh tantangan sejak awal berdiri hingga akhirnya mencapai status universitas.
Dalam kesempatan itu, Ade juga sempat menyinggung perjalanan historis lembaga yang telah melalui berbagai fase perkembangan. Ia mengingat kembali masa awal ketika kegiatan perkuliahan masih menumpang di sekolah, sebagai bagian dari dinamika perjuangan membangun institusi pendidikan.
Baca Juga:ISU ITU CERMIN BUKAN PALU!Pertarungan di Ka’bah Hijau: Muda Melawan Tua, Masa Depan Dipertaruhkan!
Dengan perubahan status ini, ia berharap Universitas Islam Tasikmalaya mampu memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan akademik dan pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang. (Fitriah Widayanti)
