“Persija memiliki seluruh komponen untuk bangkit dan menjaga konsistensi,” tuturnya.
Pesan itu terasa jelas: musim belum berakhir, dan Persija masih punya kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Namun waktu tidak berpihak terlalu lama.
Dengan delapan laga tersisa, setiap pertandingan kini akan menjadi ujian karakter.
Baca Juga:Menang 6 Laga Beruntun, Bhayangkara FC Tak Hanya Perpanjang Napas di Super League Tapi Memang FantastisUpdate Negosiasi Kontrak Baru Bojan Hodak dengan Persib Bandung, Bos Besar Langsung Turun Tangan
Bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga soal mental juara—apakah Persija mampu bangkit dari tekanan, atau justru kembali kehilangan momentum di saat yang paling menentukan.
Bagi Macan Kemayoran, penghujung musim ini bukan sekadar perburuan poin.
Ini adalah pertaruhan harga diri, konsistensi, dan keyakinan bahwa mimpi juara masih layak diperjuangkan hingga peluit terakhir kompetisi berbunyi.
