“Selama aksi belum ada pertemuan dengan Wali Kota. Kami minta DPRD memfasilitasi agar aspirasi ini bisa didengar langsung,” ujarnya.
Aksi berakhir kondusif menjelang sore. Namun, PMII memastikan ini bukan titik akhir.
Mereka berencana menjadwalkan pertemuan lanjutan—atau mungkin kembali turun ke jalan—demi memastikan kajian yang mereka bawa tak berakhir sebagai arsip, melainkan jadi pijakan perubahan.
Baca Juga:Polisi di Kota Tasikmalaya Terus Selidiki Kasus Penganiayaan Ibu Rumah Tangga Besok ASN Kota Tasikmalaya Mulai WFH, Birokrasi Dipaksa Lebih Hemat
Di tengah harapan publik, satu hal mengemuka: jika sinergi masih sekadar jargon, maka jalanan akan terus jadi ruang rapat paling jujur di Kota Tasikmalaya. (ayu sabrina barokah)
