Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kota Tasikmalaya, Agus Munajat, menyebut kondisi ini masih belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.
Meski stok kedelai relatif aman untuk saat ini, tekanan harga tetap jadi momok.
“Kebutuhan kedelai di Kota Tasik sekitar 6 sampai 7 ton per hari. Selama ini kita banyak ambil dari Amerika,” tuturnya.
Baca Juga:Polisi di Kota Tasikmalaya Terus Selidiki Kasus Penganiayaan Ibu Rumah Tangga Besok ASN Kota Tasikmalaya Mulai WFH, Birokrasi Dipaksa Lebih Hemat
Situasi ini menjadi pengingat pahit: ketika konflik global memanas, pelaku usaha kecil di daerah justru ikut “terpanggang”.
Perajin tahu di Kota Tasikmalaya kini bukan hanya berhadapan dengan pasar, tapi juga dengan geopolitik yang tak mereka undang. (ayu sabrina barokah)
