Anggaran Jembatan di Kota Tasikmalaya Mandek, Warga Sindanggalih ‘Menambal’ Janji Pemerintah

jembatan Sindanggalih Kota Tasikmalaya rusak bertahun-tahun
Warga gotong-royong memeperbaiki jembatan Sindanggalih Kota Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di saat rencana tinggal rencana, warga bergerak tanpa aba-aba. Proyek rehabilitasi jembatan di Kampung Sindanggalih, RT 02 RW 03, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang sudah masuk agenda 2026, justru tersendat di meja birokrasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya mengusulkan anggaran sebesar Rp 373.486.000 untuk proyek tersebut.

Targetnya jelas—meningkatkan aksesibilitas dan kualitas jalan lingkungan. Namun hingga awal April 2026, realisasi anggaran belum juga menampakkan tanda-tanda hidup.

Kepala Dinas PUTR, Hendra Budiman, mengakui proses masih tertahan.

Baca Juga:Polisi di Kota Tasikmalaya Terus Selidiki Kasus Penganiayaan Ibu Rumah Tangga Besok ASN Kota Tasikmalaya Mulai WFH, Birokrasi Dipaksa Lebih Hemat

“Tahun kemarin kita ajukan ke provinsi. Belum (terlaksana), anggaran belum cair,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan itu menegaskan satu hal: di atas kertas, proyek masih berdenyut. Tapi di lapangan, warga sudah lebih dulu mengambil alih peran.

Camat Tamansari, Gatot Setyobudi, menyebut jembatan yang sebelumnya rusak parah kini sudah bisa dilalui. Ironisnya, bukan karena proyek pemerintah berjalan, melainkan hasil gotong royong warga.

“Kondisinya sekarang sudah lebih baik, bisa dilewati. Sudah diperbaiki warga secara swadaya. Saat saya tanya berapa anggarannya, mereka hanya senyum,” tuturnya.

Senyum itu barangkali lebih tajam dari kritik. Sebab, ketika anggaran belum juga turun, warga memilih tidak menunggu—dan tidak berharap terlalu lama.

Jembatan tersebut sebelumnya dilaporkan rusak hampir empat tahun. Bahkan sempat ambruk, memutus akses vital penghubung Kampung Sindanggalih dengan wilayah Sukawargi.

Jalur ini bukan sekadar lintasan, melainkan urat nadi ekonomi warga: dari distribusi hasil pertanian hingga akses anak-anak menuju sekolah.

Baca Juga:Outing Class TK di Tasikmalaya Naik Kendaraan Taktis TNI Keliling KotaNasib 630 Ribu Guru Madrasah Masih Menggantung, Kemenag RI Didesak Tak Lagi Abai

Agus Sofyan alias Agus Sofyan—yang akrab disapa Jarwo—mengungkapkan bahwa warga sudah berulang kali mengajukan perbaikan.

“Sudah hampir empat tahun tidak ada perbaikan dari pemerintah. Berbagai upaya pengajuan sudah ditempuh, tapi belum ada tanggapan,” katanya.

Ia juga menyinggung kunjungan anggota DPRD dari dapil setempat saat jembatan ambruk. Namun, kunjungan itu sejauh ini baru sebatas jejak langkah, belum berlanjut pada tindakan nyata.

“Pernah ditinjau, tapi tidak ada tindakan,” tambahnya.

0 Komentar