Ia meminta aparatur sipil negara membangun citra sebagai birokrasi yang kuat, tangguh, dan sigap melayani masyarakat.
“Kita harus mem-branding diri sebagai aparatur yang kuat dan gigih melayani masyarakat. Bapak ibu harus membangun citra Pemkab Tasikmalaya supaya dikenal publik dengan baik,” tegasnya.
Zudan juga mengapresiasi konsep pelepasan purna tugas yang menurutnya sangat unik dan layak menjadi contoh nasional. Menurut dia, kegiatan menanam pohon dan melepas burung memiliki makna mendalam sebagai bentuk simpati terhadap alam.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya di Panggung Ketiga "Surga Kuliner" di Jawa Barat!Mereka Pernah Memimpin, Kini Duduk Semeja, Tanpa yang Sedang Berkuasa
“Hari ini saya menemukan hal yang perlu dikembangkan ke daerah lain. Pertama, tanam pohon dan lepas burung sebagai bentuk kebaikan untuk alam dan simpati kepada lingkungan,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku senang atas keputusan Pemkab Tasikmalaya memperpanjang kontrak 637 PPPK di tengah adanya daerah lain yang justru berencana menghentikan pegawai dengan status serupa.
“Ketika daerah lain punya niat menghentikan PPPK, Kabupaten Tasikmalaya justru memperpanjang 637 PPPK. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga menyoroti inovasi pelayanan jemput bola di bidang kesehatan, termasuk program cek kesehatan gratis yang dinilai sangat membantu masyarakat.
Ia bahkan menyatakan akan mereplikasi konsep kegiatan purna tugas ASN ala Kabupaten Tasikmalaya ke daerah lain melalui penguatan layanan berbasis prinsip empat K BKN, yakni Kemudahan, Kecepatan, Kemanfaatan, dan Kebahagiaan.
“Kalau baik silakan direplikasi. Kami akan kembangkan dengan empat K di BKN, yaitu kemudahan, kecepatan, kemanfaatan layanan, dan kebahagiaan. ASN harus bahagia,” ucapnya.
Terkait isu PPPK paruh waktu, pemerintah pusat disebut belum mengeluarkan kebijakan penghapusan. Di sisi lain, Zudan juga menyinggung kebijakan Work From Home (WFH) yang menurut pengalamannya mampu menekan pengeluaran operasional ASN maupun kantor secara signifikan.
Baca Juga:Konser Bertubi-tubi di Kota Tasikmalaya, Dompet Penyelenggara Menangis!SDM Kota Tasikmalaya Terendah (3): Siapa yang Harus Mulai Dulu?
“Kalau WFH, berdasarkan pengalaman bisa menghemat anggaran transport pegawai dan biaya listrik kantor. Tapi kerja tetap harus maksimal, karena tidak harus selalu ke kantor, yang penting cepat dan efektif,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
