Di lini depan, Lautaro Martinez menjadi bintang utama. Ia hanya membutuhkan satu menit untuk mencetak gol setelah kembali bermain.
Meski sempat menyia-nyiakan peluang di babak pertama, Lautaro tetap menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol kedua dan memastikan comeback yang bahkan melampaui ekspektasi.
Performa impresif juga ditunjukkan Marcus Thuram yang tampak kembali ke bentuk terbaiknya.
Baca Juga:Inter Hajar AS Roma 5-2, Bastoni Dapat Tepuk Tangan MeriahCurva Sud Murka Fans AC Milan Dilarang Datang ke Napoli: Ini keputusan Gila Tanpa Logika
Selain menyumbang assist untuk Lautaro, ia juga mencetak gol dan menunjukkan peningkatan dari sisi fisik maupun mental.
Sebaliknya, Sabatini menilai performa Roma sangat mengecewakan.
Ia hanya melihat secercah harapan di 30 menit awal babak pertama, saat Roma mampu menyamakan kedudukan lewat Gianluca Mancini.
Namun setelah itu, permainan mereka runtuh total.
Babak kedua disebut Sabatini sebagai “membingungkan” karena Roma tampil tanpa karakter.
Ia bahkan menilai tim ini tidak mencerminkan ciri khas Gasperini, dan lebih jauh lagi, tidak mendekati kualitas Roma di era Ranieri musim lalu.
“Penampilan Roma di babak kedua sangat mengecewakan dan kehilangan karakter. Tim ini tidak mencerminkan gaya permainan Gasperini, bahkan—harus diakui—jauh dari kualitas Roma era Ranieri musim lalu,” ungkap Sabatini.
Sebaliknya, Inter justru kembali menunjukkan jati dirinya sebagai tim kuat dan atraktif di bawah arahan Cristian Chivu.
Sabatini menyimpulkan bahwa kemenangan ini bisa diibaratkan sebagai “kebangkitan bagi Inter” yang menjadi simbol kembalinya kekuatan mereka dalam perburuan Scudetto.
Baca Juga:Jelang Laga Lawan Napoli, Allegri Tak Mau Bicarakan Scudetto: Perburuan Gelar Masih Berada di Tangan InterInter Milan vs AS Roma: Chivu Akui Tim Gasperini Tak Mudah Dihadapi
Dengan performa seperti ini, Inter bukan hanya sekadar menang besar, tetapi juga mengirim sinyal tegas bahwa mereka siap menutup musim sebagai juara.
Sementara bagi Roma, kekalahan ini menjadi alarm keras bahwa mereka masih jauh dari level yang diharapkan.
