RADARTASIK.ID – Kekalahan telak 2-5 yang dialami AS Roma dari Inter Milan di San Siro, dini hari tadi, menuai sorotan tajam dari jurnalis senior Italia, Sandro Sabatini.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menilai penampilan AS Roma di San Siro jauh dari standar yang pernah ditunjukkan tim Gian Piero Gasperini.
Sabatini menyebut laga tersebut berlangsung satu arah. Inter tampil dominan dan dengan mudah menggulung Roma, sekaligus semakin mendekatkan diri ke gelar juara Serie A musim ini.
Baca Juga:Inter Hajar AS Roma 5-2, Bastoni Dapat Tepuk Tangan MeriahCurva Sud Murka Fans AC Milan Dilarang Datang ke Napoli: Ini keputusan Gila Tanpa Logika
Ia menggambarkan hasil pertandingan dini hari tadi sebagai sesuatu yang mengejutkan.
“Inter-nya Lautaro dan Chivu bangkit, sementara Roma-nya Gasperini menghilang,” tulis Sabatini yang menjelaskan hasil ini berdampak besar terhadap peta klasemen.
Inter kini melesat jauh di puncak, sementara Roma justru terpuruk dalam persaingan menuju zona Liga Champions, apalagi dengan ancaman dari tim seperti Juventus dan Como yang siap mengambil keuntungan.
Dalam ulasannya, Sabatini juga membedah performa individu pemain Inter.
Di bawah mistar, Yann Sommer tampil solid tanpa kesalahan berarti dan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Di lini belakang, kehadiran Manuel Akanji memberi stabilitas di sisi kanan, sementara Francesco Acerbi menunjukkan peningkatan performa, terutama dalam mengawal pergerakan lawan.
Sorotan juga tertuju pada Alessandro Bastoni yang dituding sebagai biang kerok kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia.
Meski dinilai belum sepenuhnya stabil secara teknis dan emosional, Bastoni tetap mendapat dukungan penuh dari publik Inter, yang memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk solidaritas di tengah kritik yang ia terima belakangan ini.
Baca Juga:Jelang Laga Lawan Napoli, Allegri Tak Mau Bicarakan Scudetto: Perburuan Gelar Masih Berada di Tangan InterInter Milan vs AS Roma: Chivu Akui Tim Gasperini Tak Mudah Dihadapi
Di lini tengah, Inter tampil hidup. Denzel Dumfries bermain eksplosif, sementara Nicolo Barella menunjukkan energi tinggi yang berujung pada gol kelima timnya.
Namun, pemain paling menentukan adalah Hakan Calhanoglu. Selain mencetak gol indah untuk membawa Inter unggul 2-1, ia juga menjadi motor permainan dengan peran taktis yang efektif.
Kontribusi Piotr Zielinski juga dinilai konsisten, memperkuat reputasinya sebagai gelandang inti.
Sementara itu, Federico Dimarco terlihat terlalu berambisi hingga kerap keluar dari posisi idealnya di sisi kiri.
