Brocchi Bantah Tiki-Taka Hancurkan Sepakbola Italia: Filosofi yang Penting Menang Ketinggalan Zaman

Cristian Brocchi
Cristian Brocchi Foto: Tangkapan layar Instagram@cristianbrocchi
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan pelatih sekaligus pengamat sepak bola Italia, Cristian Brocchi, melontarkan kritik tajam terhadap cara pandang sebagian besar pelaku dan penikmat sepak bola di Italia.

Dalam wawancaranya bersama DAZN, Brocchi menegaskan bahwa tudingan bahwa gaya tiki-taka merusak sepak bola Italia adalah anggapan yang keliru dan bahkan bisa disebut “sesat”.

Brocchi menyoroti perkembangan sejumlah tim yang mencoba menghadirkan identitas permainan modern, salah satunya Como.

Baca Juga:Legenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Marcus Thuram: Saya Bersyukur Dulu Menghadapi AyahnyaDibantai Inter Milan 5-2, Sabatini: AS Roma Tak Terlihat Seperti Tim Gasperini

Menurutnya, Como saat ini memiliki filosofi permainan yang jelas karena berpegang pada prinsip, bukan sekadar formasi.

“Como punya identitas yang kuat karena mereka bekerja berdasarkan prinsip permainan, terlepas dari formasi yang digunakan. Mereka selalu punya strategi, mampu beradaptasi, tetapi tidak kehilangan jati diri dalam cara bermain,” ujar Brocchi.

Namun, ia menyayangkan bahwa pendekatan seperti itu justru sering menjadi bahan ejekan di Italia.

Hal-hal kecil yang sebenarnya bagian dari detail taktik modern, seperti memperlebar lapangan permainan, justru dianggap aneh oleh sebagian pihak.

“Di Italia, hal seperti itu malah dianggap mengganggu. Ketika ada yang meminta memperlebar permainan dua meter saja, langsung ditertawakan. Itu yang terjadi sekarang,” lanjutnya.

Brocchi juga secara khusus menyinggung peran Cesc Fabregas yang dinilai membawa pendekatan berbeda dalam sepak bola Italia.

Fabregas dianggap berhasil memperkenalkan gaya bermain baru yang tidak sejalan dengan pemikiran lama yang masih banyak dianut.

Baca Juga:Inter Hajar AS Roma 5-2, Bastoni Dapat Tepuk Tangan MeriahCurva Sud Murka Fans AC Milan Dilarang Datang ke Napoli: Ini keputusan Gila Tanpa Logika

“Masalahnya, banyak yang mengkritik tanpa benar-benar memahami alasannya. Padahal jawabannya ada. Fabregas membawa identitas baru, cara bermain yang berbeda dari kebanyakan orang di Italia. Dan kenyataannya, itu mengganggu karena dia mulai mendapatkan hasil,” tegasnya.

Lebih jauh, Brocchi menolak keras anggapan bahwa filosofi tiki-taka menjadi penyebab kemunduran sepak bola Italia.

Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai “sesat” dalam dunia sepak bola.

“Apakah tiki-taka sudah usang? Itu omong kosong besar. Ada yang bilang gaya itu merusak sepak bola Italia karena kita meniru. Saya katakan, itu tidak benar, itu pernyataan yang sangat keliru,” ujarnya.

0 Komentar