Pemkot Tasikmalaya tidak cukup hanya menandatangani izin. Harus mulai menyusun peta. Membuat skenario. Mengatur jarak. Menjaga keseimbangan.
Retribusi dan pajak daerah juga ikut dipertaruhkan. Jika konser sukses, pajak masuk maksimal. Jika konser sepi? Tidak ada yang bisa ditarik. Yang rugi bukan hanya penyelenggara. Pemerintah juga.
Tasikmalaya punya potensi. Punya pasar. Punya semangat. Tinggal bagaimana mengelolanya. Jangan sampai euforia sesaat justru mematikan masa depan. Karena industri event bukan hanya soal hari ini.
Baca Juga:SDM Kota Tasikmalaya Terendah (3): Siapa yang Harus Mulai Dulu?Empat Kantong di Musda Golkar!
Tapi tentang apakah tahun depan masih ada yang berani menggelar panggung. Atau semua sudah memilih berhenti. Diam. Dan kapok. (red)
