TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, tampaknya sedang menata dua hal sekaligus: cara berkomunikasi di lingkar kekuasaan dan cara berpakaian di tengah sorotan publik. Keduanya ia jawab dengan gaya khas—rendah hati, tapi tetap menyentil.
Hal itu terlihat saat Diky menghadiri silaturahmi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya di Jalan Sukasari, Minggu (5/4/2026).
Forum yang dihadiri para “alumni kekuasaan” itu bukan sekadar temu kangen, melainkan ruang refleksi bagi generasi pemimpin yang sedang berjalan.
Baca Juga:Pintu Air Gunung Mindi Jadi Biang Banjir di Cilalang Kota Tasikmalaya, PUTR Bongkar Patok SampahSaat Mobil Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diketuk- Ketuk!
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah mantan kepala daerah, seperti Syarif Hidayat (Wali Kota 2007–2012), Budi Budiman (Wali Kota 2012–2021), hingga H.M. Yusuf (Wali Kota 2021–2022). Turut hadir pula mantan Wakil Wali Kota Dede Sudrajat dan para pensiunan pejabat lainnya.
Di hadapan para seniornya, Diky tidak tampil dominan. Ia justru memilih banyak mendengar—langkah yang jarang, tapi terasa relevan di tengah riuhnya ego birokrasi.
“Saya meminta maaf, bilamana pola komunikasi ‘junior–senior’ masih jauh dari yang diharapkan,” ujar Diky, lugas.
Kalimat itu sederhana, tapi cukup menampar realitas: komunikasi di pemerintahan tak selalu seindah jargon koordinasi. Ada jarak, ada ego, dan kadang ada sekadar formalitas yang kehilangan makna.
Namun suasana tidak lantas kaku. Diky mencairkan forum dengan humor segar, bahkan sempat mengocok perut hadirin lewat cerita komunikasi ala pasangan suami istri—satir ringan yang diam-diam menyentil pola komunikasi para pejabat sendiri.
Pertemuan ditutup dengan tausiyah dari Syarif Hidayat, mempertegas bahwa silaturahmi ini bukan sekadar nostalgia, tapi juga ruang menata ulang arah.
Di tengah aktivitas formalnya ini, ada satu hal yang konsisten dari Diky: pilihan busana. Ia tampak lebih nyaman mengenakan produk lokal dibanding busana mahal yang sering jadi simbol status pejabat.
Baca Juga:Dangdut Menyatukan yang Berbeda Usia! Curi Motor Rekan Kerja di Kota Tasikmalaya karena Terjerat Judi Slot
Saat menghadiri acara PWRI, ia tampil sederhana dengan pangsi dan kaos hitam bergambar lukisan karya Rukmini Affandi—seniman yang juga memiliki kedekatan historis dengan Kota Tasikmalaya.
