Lampu Merah Padam, Wali Kota Tasikmalaya Ikut Menyala!

lampu merah padam di Kota Tasikmalaya ganggu lalu lintas
Kepala Dinas Perhubungan, Iwan Kurniawan mendampingi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan meninjau sejumlah lampu merah yang sempat padam. tangkapan layar ponsel
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lampu merah itu padam. Bukan satu. Bukan dua. Di kota kecil yang makin padat ini—Tasikmalaya—lampu lalu lintas tiba-tiba kehilangan wibawanya.

Orang bingung. Motor saling serobot. Mobil saling tatap. Dan klakson jadi lebih berisik dari biasanya. Biasanya keluhan seperti ini hanya berhenti di komentar medsos. Atau maksimal di grup WhatsApp RT.

Kali ini tidak. Sampai juga ke telinga Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi. Ia tidak menunggu laporan resmi. Ia tidak menunggu rapat. Ia menonton video.

Baca Juga:19 Titik Banjir, 2 Pohon Tumbang, 4 Kerusakan Rumah dan Infrastruktur: Hujan Ekstrem di Kota TasikmalayaHujan Ekstrem Sore Hari, Jalur Pusat Pertokoan di Kota Tasikmalaya Banjir Genangan

Video itu diunggah oleh akun binaannya sendiri. Isinya sederhana: lampu merah mati. Tapi dampaknya tidak sederhana: lalu lintas jadi liar.

Yang menarik bukan keluhannya. Tapi reaksinya. Ia langsung mengajak Kepala Dinas Perhubungan, Iwan Kurniawan. “Hayu, kita lihat,” kira-kira begitu.

Tanpa banyak seremoni. Tanpa protokoler panjang. Masuk mobil dinas. Dua orang. Satu kursi belakang. Menuju titik masalah: Cicurug dan Tentara Pelajar.

Keduanya pakai batik lengan panjang. Serasi. Tapi situasinya tidak santai. Wali kota bertanya. Langsung. Tanpa basa-basi.

“Ini kenapa?” Pertanyaan yang sederhana. Tapi seringkali paling sulit dijawab.

Jawaban datang dari Pak Kadis. Cuaca. Hujan. Panas. Listrik yang tidak stabil. Komponen banyak yang terbakar. Spare part tidak kuat menahan perubahan ekstrem.

Penjelasan teknis. Masuk akal. Tapi wajahnya tidak sepenuhnya tenang. Mungkin karena ruang mobil itu sempit. Mungkin karena jarak dengan wali kota terlalu dekat. Atau mungkin—karena ini bukan rapat biasa.

Baca Juga:Viman Tegaskan IPM Kota Tasikmalaya 2025 Naik, Tapi Kemiskinan Masih Jadi PR BesarTHR ASN Kota Tasikmalaya Sudah Cair Penuh, Tapi Tunda Bayar Rp 12,6 Miliar Masih Membayangi

Beberapa titik ternyata sudah diperbaiki. Perempatan Masjid Agung dan Gunung Sabeulah. Artinya: masalahnya bukan tidak dikerjakan. Tapi belum selesai. Dan warga keburu resah.

Di sinilah bedanya. Ada pemimpin yang menunggu laporan selesai. Ada juga yang datang saat masalah masih berantakan.

Viman memilih yang kedua. Ia tidak marah. Tidak menyalahkan. Justru memuji.

“Dishub ini gercep juga. Selain Pak Iwan ganteng, kerjanya oke juga.” Kalimat itu ringan. Seperti bercanda. Tapi pesannya dalam, kerja cepat itu dihargai.

0 Komentar