TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Tasikmalaya, Jumat (27/3/2026) sore hingga malam, memicu rangkaian bencana di berbagai titik.
Data terbaru BPBD mencatat, dampak cuaca ekstrem tak hanya pohon tumbang, tetapi juga banjir, rumah ambruk hingga insiden sambaran petir.
Kepala BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya, Hanafi melalui Kepala Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD, Harisman, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan penanganan di lapangan secara bertahap sesuai tingkat urgensi.
Baca Juga:Cuaca Ekstrem Landa Kota Tasikmalaya: Penanganan Diprioritaskan ke Area PublikIdentitas Jenazah yang Ngambang di Sungai Citanduy Tasikmalaya Terungkap, Ternyata Warga Ciamis
“Tim terus bergerak di sejumlah lokasi terdampak. Penanganan difokuskan pada titik yang mengganggu akses publik dan membahayakan keselamatan,” ujar Harisman dalam keterangannya, Jumat malam.
Berdasarkan data update pukul 19.12 WIB, kejadian pohon tumbang tersebar di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Jalan Situgede, Jalan KH Lukmanul Hakim, kawasan Dadaha, hingga Jalan Siliwangi.
Sebagian lokasi telah berhasil ditangani, sementara lainnya masih dalam proses evakuasi karena melibatkan kabel listrik dan akses jalan.
Selain itu, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Tentara Pelajar. Sementara insiden rumah ambruk tercatat di beberapa wilayah seperti Tugujaya, Tuguraja, Sukarindik hingga Cikalang.
Bahkan satu rumah dihuni satu keluarga dengan empat jiwa ikut terdampak.
Tak hanya itu, sambaran petir dilaporkan terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Assalam, serta tiang listrik roboh di Jalan KH Lukmanul Hakim yang semakin menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem.
Sebelumnya, tembok Stadion Wiradadaha sepanjang kurang lebih 100 meter juga ambruk setelah tertimpa pohon angsana berukuran besar yang tumbang hingga ke akar.
Baca Juga:Tembok Stadion Wiradadaha Ambruk Ditimpa Pohon, Kota Tasikmalaya Dikepung BencanaWFA ASN Kota Tasikmalaya Tunggu Pusat, Skema 3-2 Masih Wacana
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur ini menjadi perhatian serius.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, memastikan seluruh unsur telah diterjunkan, mulai dari kepolisian, BPBD, Dinas Sosial hingga dinas teknis.
“Semua tim sudah ada di lapangan. Penanganan kita prioritaskan untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah titik yang tidak berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat akan ditangani secara bertahap.
Cuaca ekstrem kali ini kembali menjadi pengingat keras. Saat angin datang tanpa aba-aba, bukan hanya pepohonan yang tumbang—tetapi juga kesiapsiagaan yang kerap masih tertatih mengejar keadaan.
