PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah pelancong tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah yang kembali bergeliat.
Salah seorang pengusaha wisata di Pantai Pangandara Amoy (50) mengatakan, kebanyakan wisatawan yang datang menggunakan roda dua. “Kelihatannya banyak yang pakai motor sekarang mah, biasa yang turing-turing,” ujarnya.
Ia berharap pengunjung di akhir pekan bisa ramai, seperti saat awal-awal libur idul fitri kemarin. “Ya biar dagangan saya laku,” ucapnya.
Baca Juga:2026 Penuh Teriakan! Mulai Pencairan Proyek Sampai Urusan THRAktivis Mahasiswa di Tasikmalaya Pilih Penampungan Sampah Jadi Tempat Pengukuhan
Berdasarkan catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, total wisatawan yang datang sejak 21 hingga 27 Maret 2026 sampai pukul 12:00, telah mencapai 417.632 orang.
Sebaran kunjungan itu didominasi kawasan Pantai Pangandaran dengan jumlah 250.200 wisatawan. Sementara destinasi lain juga turut ramai, yakni Pantai Batukaras sebanyak 76.791 orang, Pantai Batuhiu 15.858 orang, Pantai Karapyak 39.022 orang, Green Canyon 6.956 orang, serta Pantai Madasari yang dikunjungi 28.805 wisatawan
Menurut Citra, puncak kepadatan wisatawan terjadi pada Senin 23 kemarin. Pada hari tersebut, jumlah pengunjung dalam sehari melampaui angka 104 ribu orang di seluruh objek wisata.
Walau sempat terjadi kepadatan lalu lintas, situasi di kawasan wisata Pangandaran pada hari-hari selanjutnya tetap terjaga. Arus kendaraan relatif lancar dan kondisi kawasan dinilai tetap kondusif.
Citra juga menyampaikan keyakinannya bahwa jumlah wisatawan masih berpotensi terus bertambah hingga masa libur Lebaran berakhir. “Ya kita berharap bisa meningkat di akhir pekan ini ya,” ungkapnya kepada Radar jumat.
Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini memang tercatat lebih tinggi. Meski demikian, peningkatannya masih berada dalam kisaran yang tidak terlalu besar. Namun jumlah di tahun 2025 itu tidak disampaikan. (Deni Nurdiansah)
