Ia menambahkan bahwa mayoritas sekolah di Indonesia saat ini memang telah menerapkan pola lima hari, sehingga penyesuaian tersebut dinilai selaras dengan kondisi di lapangan.
“Fokus BGN pada tahun 2026 adalah peningkatan kualitas sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, sembari menjaga efektivitas program di lapangan,” ujar Dadan dikutip dari disway Jumat (27/3/2026).
Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah merespons dinamika ekonomi global yang berdampak pada pengelolaan anggaran negara.
Baca Juga:Persik Kediri Melepas Sementara Vitor Tinoco ke Timnas Saint Kitts and Nevis untuk FIFA Series 2026Pagi Bergerak di Lapang Pendamping GBLA, Skuad Persib Bandung Bersiap Menghadapi Laga-Laga Penting
Meski demikian, BGN memastikan kualitas gizi yang diterima siswa tidak akan dikurangi.
Standar nutrisi tetap dijaga sebagai prioritas utama, sejalan dengan tujuan besar program.
Penyesuaian durasi distribusi dari tujuh hari menjadi mengikuti hari sekolah dipandang sebagai langkah rasional untuk menghindari pemborosan, terutama ketika siswa tidak berada di lingkungan pendidikan.
Selain itu, pola ini juga diyakini dapat mempermudah pengawasan distribusi di tingkat daerah.
Di ujungnya, pemerintah tetap menempatkan MBG sebagai salah satu fondasi penting dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan target besar menuju Indonesia Emas 2045, setiap kebijakan—termasuk penyesuaian kecil dalam ritme program—diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.
