Muncul Opsi dan Skema MBG Diberikan 5 Hari Sepekan, Berikut Ini Respons dari BGN

Muncul Opsi dan Skema MBG Diberikan 5 Hari
Muncul Opsi dan Skema MBG Diberikan 5 Hari, Berikut Ini Respons dari BGN. Foto: Disway
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggulirkan opsi penyesuaian frekuensi program MBG menjadi lima hari dalam sepekan.

Purbaya memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran, tanpa mengurangi esensi manfaat yang ingin dicapai.

Dalam penilaiannya, kebijakan tersebut justru menjadi cara untuk memastikan setiap alokasi dana benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:Persik Kediri Melepas Sementara Vitor Tinoco ke Timnas Saint Kitts and Nevis untuk FIFA Series 2026Pagi Bergerak di Lapang Pendamping GBLA, Skuad Persib Bandung Bersiap Menghadapi Laga-Laga Penting 

Menurut Purbaya, perubahan skema MBG menjadi lima hari, bukan berarti mengurangi tujuan program, melainkan mengatur ritme agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Karena pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” kata Purbaya Yudi Sadewa beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari disway.id.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional tidak melihat wacana itu sebagai perubahan drastis.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, menilai skema lima hari bukan hal baru.

Ia mengungkapkan bahwa pada fase awal peluncuran, program MBG memang pernah dijalankan dengan pola serupa hingga sekitar Oktober.

“Gimana sih kan dulu juga aslinya 5 hari, jadi ya gak masalah,” ujar Nanik S. Deyang dikutip dari disway.id, Jumat 27 Maret 2026.

Baca Juga:Andrew Jung Memilih Kejayaan Persib Ketimbang Menjadi Top Skors Super League 2025-2026Marc Klok Sedih Masih Ada Pemain Timnas Indonesia Di-bully saat Dipanggil: Tidak Ada Manfaatnya

Karena itu, menurutnya, penyesuaian hari distribusi tidak akan menjadi kendala berarti.

Nanik juga menegaskan bahwa mekanisme utama program tidak akan diubah.

BGN hanya akan menyesuaikan jumlah hari penyaluran, sementara sistem distribusi dan standar pelaksanaan tetap berjalan seperti sebelumnya.

“Mekanismenya juga tidak berubah. Kan hanya mengurangi hari,” kata Nanik.

Dalam pandangannya, perubahan tersebut sekadar penyesuaian teknis, bukan perombakan substansi kebijakan.

Penjelasan serupa datang dari Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Dadan menekankan bahwa implementasi MBG pada dasarnya tidak bersifat kaku, melainkan mengikuti kalender operasional sekolah.

Menurutnya, distribusi makanan akan menyesuaikan hari aktif belajar siswa—sebuah pendekatan yang dinilai lebih realistis.

Dadan menjelaskan bahwa melalui skema Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyaluran makanan dirancang fleksibel.

Sekolah dengan sistem lima hari belajar hanya akan menerima distribusi pada hari aktif, sementara sekolah yang masih menjalankan enam hari pembelajaran tetap mendapatkan jatah penuh.

0 Komentar