BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar berkomitmen meningkatkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerahnya guna meminimalkan risiko perdagangan orang (TPPO) serta memastikan keamanan warga yang bekerja di luar negeri.
Kepala Disnaker Kota Banjar Sri Hidayati melalui Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Moh Rizal NS Mokodompit, mengatakan pihaknya tengah merancang sistem evaluasi berkala yang lebih ketat bagi PMI.
“Sesuai petunjuk dan izin pimpinan, dari bidang penempatan akan mengevaluasi seluruh kegiatan terkait PMI yang akan bekerja ke luar negeri (PMI),” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga:Aksi Dewi-Dewi Polres Garut Bagikan Makanan Gratis Bagi PemudikLibur Lebaran, Wisata Banjar Diserbu Pengunjung
Ia menjelaskan evaluasi akan dilakukan melalui laporan berkala, baik setiap bulan maupun tiga bulan sekali. Pelaporan tersebut menjadi kewajiban PMI sebagai instrumen penting bagi pemerintah untuk memantau kondisi mereka selama bekerja di luar negeri.
Selain itu, Disnaker juga akan memberikan edukasi dan peringatan dini agar para PMI lebih tertib dan waspada selama bekerja.
“Mereka harus lebih tertib dan waspada selama kerja di luar negeri. Kami akan berbenah supaya tidak terjadi lagi kasus terhadap warga Kota Banjar di luar negeri,” tegasnya.
Menurutnya, pengetatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan kasus yang menimpa PMI. Terlebih, baru-baru ini Disnaker berhasil memulangkan dua PMI asal Kota Banjar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Keduanya adalah Dini, PMI nonprosedural di Malaysia, dan Sri Wahyuni yang menjadi korban TPPO di Brunei Darussalam. Saat ini keduanya telah kembali dan berkumpul dengan keluarga masing-masing.
“Kasus kedua PMI itu menjadi bahan evaluasi dan tolak ukur kami, agar lebih cermat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi bagi calon PMI,” ujarnya.
Dengan penguatan sistem pengawasan ini, Disnaker berharap setiap warga yang bekerja di luar negeri dapat memperoleh perlindungan hukum yang lebih baik. (Anto Sugiarto)
