TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Euforia malam takbiran di Kota Tasikmalaya rupanya tak hanya meninggalkan gema takbir, tetapi juga “jejak” sampah yang menggunung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mencatat lonjakan volume sampah selama Ramadan hingga malam takbiran mencapai 10 hingga 15 persen, dengan total angkutan diperkirakan menyentuh 30 meter kubik.
Sebanyak 50 petugas kebersihan diterjunkan untuk menyisir titik-titik keramaian, terutama di kawasan Jalan HZ Mustofa yang menjadi magnet warga saat malam takbir.
Baca Juga:Ketika Kelelahan Mudik saat Lintasi Tasikmalaya, Ayah Tinggalkan Anak Tanpa SadarPR Zero Alkohol Masih Mengintip: 5.555 Botol Miras Dimusnahkan di Kota Tasikmalaya
Hingga Sabtu dini hari (21/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, petugas sudah berjibaku membersihkan tumpukan sampah dengan dukungan armada truk dan kendaraan cator.
Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana melalui Bidang Pengelolaan Sampah, Fery Arif Maulana, mengungkapkan peningkatan volume sampah sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat serta arus kedatangan warga dari luar daerah menjelang Lebaran.
“Selama Ramadan sampai menjelang Lebaran, volume sampah naik sekitar 10 sampai 15 persen. Volume yang berhasil diangkut diperkirakan kurang lebih 30 meter kubik,” ujar Fery.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH menerapkan sistem kerja lembur bagi petugas kebersihan.
Upaya ini dilakukan agar penanganan sampah tetap berjalan optimal, meski volume meningkat signifikan—sebuah konsekuensi klasik dari keramaian yang kadang lupa diri.
“Petugas kita lemburkan selama Ramadan. Armada juga dimaksimalkan agar penanganan tetap terkendali,” jelasnya.
Meski kerja ekstra sudah dilakukan, DLH menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran warga, kota bisa saja lebih cepat “penuh” oleh sampah dibanding gema takbir yang hanya semalam.
Baca Juga:Sasana Boxing Rangkul Anak Muda Kota Tasikmalaya, Tebar Ratusan Takjil di Jalan RayaIdul Fitri Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya, Khotib Tekankan Persatuan
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan kota, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
