RADARTASIK.ID— Di tengah ketatnya persaingan Liga 1 Indonesia, kabar pemanggilan internasional datang sebagai jeda yang berbeda bagi bek Persib Bandung, Frans Putros.
Ia bersiap meninggalkan rutinitas klub untuk menjawab panggilan negaranya, Timnas Irak, yang tengah memburu satu tiket terakhir menuju panggung terbesar sepak bola dunia.
Di bawah arahan pelatih asal Australia, Graham Arnold, Irak memasuki fase krusial Playoff Interkontinental Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.
Baca Juga:Momen Lebaran bagi Pemain Senior Persib Bandung Dedi Kusnandar, Berkumpul dengan KeluargaPersib Kokoh Lebaran di Puncak, Adam Alis Ingatkan Rekan-Rekannya Tidak Lengah
Satu laga akan menentukan segalanya. Mereka dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Bolivia dan Suriname pada 31 Maret di Monterrey—sebuah kota yang akan menjadi saksi harapan sekaligus tekanan bagi Singa Mesopotamia.
Bagi Putros, kesempatan ini bukan sekadar pertandingan.
Ia memandangnya sebagai misi kolektif untuk mengembalikan Irak ke panggung Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada edisi Piala Dunia FIFA 1986.
Ia mengungkapkan bahwa sejak kepastian jadwal di Meksiko diumumkan, timnya telah mempersiapkan diri secara serius dengan satu tujuan: menang dan membuka kembali jalan ke sejarah.
Modal kepercayaan diri Putros tidak datang dari ruang hampa.
Bersama Persib, pemain berusia 32 tahun itu tampil konsisten sepanjang musim, mencatatkan lebih dari 20 penampilan dengan kontribusi satu gol dan dua assist—angka yang mencerminkan perannya yang tidak sekadar bertahan, tetapi juga terlibat dalam pembangunan serangan.
Dalam skema permainan, ia menjadi sosok fleksibel yang bisa diandalkan di berbagai sektor.
Fleksibilitas itu pula yang membentuk kariernya Frans Putros.
Lahir di Aarhus, Denmark, Putros terbiasa berpindah peran—dari bek kiri, bek kanan, hingga gelandang bertahan.
Frans Putros menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan di mana pelatih menempatkannya, selama ia mendapat kepercayaan untuk berada di lapangan.
Baca Juga:Persib Terima Surat Agar Bek Tangguh Ini Dilepas, Timnya Bersiap Main di Playoff Piala Dunia 2026Menjelang Lebaran, Arema FC Launching Jersey Putih yang Elegan, Jadi Simbol Harapan Baru
Baginya, posisi hanyalah detail; yang utama adalah kontribusi nyata untuk tim.
Kini, perjalanan Putros memasuki babak baru. Dari Bandung menuju Monterrey, ia membawa dua identitas: pemain klub yang tengah bersaing di papan atas dan prajurit tim nasional yang mengemban mimpi jutaan rakyat Irak.
Di satu pertandingan yang menentukan, segalanya bisa berubah—dan Putros siap menjadi bagian dari cerita itu.
