RADARTASIK.ID – Gelandang kreatif asal Hungaria, Dominik Szoboszlai, kini menjelma menjadi salah satu sosok kunci di Liverpool.
Namun, di balik kesuksesannya bersama The Reds, tersimpan cerita menarik: ia ternyata hampir saja bergabung dengan AC Milan.
Fakta tersebut diungkapkan oleh mantan petinggi Milan, Zvonimir Boban, yang membenarkan bahwa Rossoneri sempat berada sangat dekat untuk mengamankan jasa Szoboszlai sebelum sang pemain akhirnya berlabuh di Inggris.
Baca Juga:Hasil Liga Champions: Bayern Munchen Akan Hadapi Real Madrid, Liverpool vs PSGSiapa David Stuckler? Top Skor Serie C Berdarah Iran yang Jadi Incaran Inter Milan
Liverpool sendiri merekrut Szoboszlai dari RB Leipzig pada musim panas 2023 dengan nilai transfer mencapai 70 juta euro atau sekitar Rp1,19 triliun.
Nilai tersebut kini terasa sepadan dengan kontribusi sang gelandang yang terus berkembang menjadi motor permainan tim.
Boban, dalam wawancaranya di Sky Sport, mengungkapkan bahwa Milan sebenarnya sudah hampir merampungkan transfer tersebut saat ia masih menjabat di klub.
Namun, kesepakatan itu pada akhirnya tidak terwujud karena berbagai faktor.
“Apakah saya menyukainya? Tentu saja. Kami sebenarnya sudah menutup kesepakatan itu, tapi kemudian batal,” ungkap Boban tanpa menceritakan detailnya.
Lebih lanjut, pria asal Kroasia itu juga memuji perkembangan pesat Szoboszlai sebagai pemain.
Menurutnya, transformasi posisi menjadi kunci utama yang membuat sang gelandang kini tampil di level tertinggi.
“Dia awalnya bermain sebagai nomor 10. Di Red Bull Salzburg dan tim nasional Hungaria, dia selalu berada di belakang penyerang. Tapi itu adalah peran yang cukup bermasalah untuknya,” jelas Boban.
Baca Juga:Naik Gaji Dua Kali Lipat, Spalletti Setuju Perpanjang Kontrak dengan JuventusDaftar Tim Serie A dengan Jersey Termahal: AC Milan dan Inter No. 1, Lazio Juru Kunci
Ia menilai bahwa perubahan peran menjadi gelandang nomor 8 adalah langkah paling logis yang akhirnya mengangkat performa Szoboszlai.
Dalam peran tersebut, pemain berusia 20-an itu mampu memaksimalkan visi bermain dan kualitas tekniknya.
“Sekarang dia telah berubah menjadi gelandang nomor 8 murni, dan itu satu-satunya cara agar dia bisa menjadi pemain hebat. Dia punya bakat luar biasa, cara melihat permainan dan sentuhan bolanya termasuk yang terbaik di dunia,” lanjutnya.
Boban juga menambahkan bahwa Szoboszlai berhasil “menang melawan dirinya sendiri”, sebuah ungkapan yang menggambarkan keberhasilannya beradaptasi dan berkembang dari keterbatasan yang dimiliki sebelumnya.
