RADARTASIK.ID – Persaingan di Serie A tak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam aspek komersial, khususnya pendapatan dari sponsor jersey.
Musim 2025/2026 menghadirkan dinamika menarik, mulai dari peningkatan nilai kontrak, penurunan drastis, hingga klub yang belum memiliki sponsor utama sama sekali.
Laporan terbaru media Italia menunjukkan bahwa secara umum, pendapatan sponsor klub-klub Serie A masih tertinggal dibanding liga top Eropa lainnya.
Baca Juga:Ini Alasan Gelar Juara Piala Afrika Senegal Dicabut dan Diberikan ke Maroko: Langgar Pasal 82 dan 84Fans PSG Ledek Penggemar Chelsea yang Tinggalkan Stadion: “Eeeh Goodbye!”
Bahkan, beberapa klub besar justru mengalami penurunan nilai kontrak dalam beberapa musim terakhir.
Di posisi teratas, AC Milan dan Inter Milan menjadi penguasa dalam hal pendapatan sponsor utama jersey.
Kedua klub sama-sama mengantongi €30 juta per musim atau sekitar Rp510 miliar.
Inter mendapatkan pemasukan tersebut dari kerja sama dengan Betsson, meski menggunakan branding alternatif Betsson.sport untuk mematuhi regulasi terkait iklan perjudian.
Sementara itu, Milan bekerja sama dengan Emirates, yang bahkan akan meningkatkan nilai kontraknya menjadi €35 juta atau sekitar Rp595 miliar mulai musim 2026/2027.
Di bawah mereka, Juventus justru mengalami penurunan signifikan.
Setelah sempat tidak mendapatkan pemasukan dari sponsor utama dalam satu musim, kini mereka kembali bekerja sama dengan Jeep.
Namun, nilai kontraknya hanya sekitar €19 juta (Rp323 miliar) musim ini dan akan naik menjadi €23 juta (Rp391 miliar) musim depan—jauh dari angka €45 juta yang pernah mereka raih sebelumnya.
Baca Juga:Anak Ancelotti Masuk Daftar Kandidat Pengganti Fabregas Jika Tinggalkan ComoBikin Ulah di Ruang Ganti, AC Milan Siap Jual Leao Rp1,36 Triliun
Napoli juga menunjukkan tren positif. Kerja sama dengan MSC Cruises saat ini bernilai €9 juta (Rp153 miliar) dan diproyeksikan meningkat pada musim berikutnya.
Sementara itu, AS Roma baru saja mengumumkan sponsor baru mereka, Eurobet.live.
Kesepakatan ini menghasilkan €8 juta (Rp136 miliar) untuk musim ini dan akan meningkat menjadi €13 juta (Rp221 miliar) pada musim depan.
Kontras dengan Roma, rival sekota mereka, Lazio, justru menjadi satu-satunya klub Serie A yang belum memiliki sponsor utama di jersey.
Kondisi ini membuat Lazio berada di posisi terbawah dalam daftar pendapatan sponsor, dengan nol pemasukan dari sektor tersebut.
Fenomena menarik juga datang dari klub-klub yang didukung oleh perusahaan keluarga.
