Baginya, yang lebih penting adalah analisis performa tim—sesuatu yang berada dalam kendali dan menjadi dasar evaluasi yang lebih objektif dibanding sekadar hasil akhir.
Di tengah tekanan itu, Mauricio memastikan satu hal: timnya tidak akan berhenti.
Mauricio Souza menggambarkan bagaimana staf pelatih dan pemain bekerja tanpa henti, bahkan hingga larut malam, demi mencari cara mengembalikan kegembiraan bagi para pendukung.
Baca Juga:Tiba-Tiba Adam Alis Minta Maaf Usai Cetak Gol Bersejarah untuk Persib Bandung di Markas Borneo FCCocok untuk Lebaran, Daftar Harga Koleksi Persib x Weekend Offender yang Bisa Dimiliki Bobotoh
Ia menyebut bahwa dedikasi itu tidak mengenal waktu—di bawah terik matahari maupun guyuran hujan.
Kini, fokus Persija beralih ke laga berikutnya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26 Super League 2025/2026.
Mauricio menegaskan timnya akan berupaya bertransformasi menuju performa terbaik.
Ia memastikan bahwa kekecewaan yang dirasakan bersama suporter akan menjadi bahan bakar untuk terus berjuang hingga akhir musim.
Di JIS malam itu, Persija memang kehilangan dua poin. Namun, dari sana pula lahir tekad baru—sebuah janji sunyi untuk bangkit, di tengah tuntutan dan harapan yang tak pernah surut dari Jakmania.
