BANDUNG, RADARTASIK.ID – Posisi tubuh pembonceng ternyata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sepeda motor saat melaju di jalan.
Sayangnya, masih banyak pembonceng yang terbiasa memegang besi behel di bagian belakang motor, padahal cara ini dinilai kurang tepat dan berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan.
Perlu diketahui, behel belakang pada sepeda motor sejatinya bukan dirancang sebagai pegangan utama saat berkendara.
Baca Juga:Di Balik Raungan Motor, Ikatan Motor Honda Indramayu Tunjukkan Kepedulian Sosial di Bulan RamadanRamadan Jadi Momentum, Honda Tawarkan Kemudahan Kredit PCX dan Vario di Tasikmalaya
Komponen tersebut lebih difungsikan untuk membantu pengendara ketika memindahkan atau memarkirkan motor agar lebih mudah dikendalikan.
Kebiasaan memegang behel belakang dapat menimbulkan sejumlah risiko.
Salah satunya adalah terganggunya keseimbangan sepeda motor.
Posisi tubuh pembonceng yang cenderung menjauh dari pengendara akan mengubah pusat gravitasi, sehingga motor menjadi lebih sulit dikontrol.
Selain itu, respons pembonceng saat bermanuver juga menjadi terbatas.
Ketika motor berbelok, pembonceng seharusnya mengikuti arah pergerakan pengendara.
Namun, jika berpegangan pada behel belakang, tubuh cenderung kaku dan sulit menyesuaikan diri dengan gerakan motor.
Tak hanya itu, posisi duduk pun menjadi kurang stabil.
Pegangan yang berada di bagian belakang membuat pembonceng lebih mudah terdorong ke belakang saat akselerasi, serta kurang seimbang ketika pengereman terjadi.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, pembonceng dianjurkan untuk menerapkan postur berkendara yang benar.
Di antaranya dengan duduk tegak dan tidak terlalu jauh dari pengendara, memegang bagian pinggang atau bahu pengendara, menempelkan lutut secara ringan pada sisi motor, serta memastikan kedua kaki berpijak pada footstep.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menekankan bahwa posisi pembonceng sangat berpengaruh terhadap keseimbangan kendaraan.
Baca Juga:Pelanggan Setia Telkomsel dari Kuningan Menangkan Sepeda Motor NMAX 155 dari Program SIMPATI HOKIBPJS Ketenagakerjaan Banjar Husein Kartasasmita Bagikan Takjil, Wujud Nyata Kepedulian pada Masyarakat
Ia menjelaskan, pembonceng sebaiknya memegang bagian tubuh pengendara, seperti pinggang atau bahu, agar dapat mengikuti pergerakan motor dengan lebih selaras.
Dengan posisi tubuh yang stabil, keseimbangan kendaraan dapat terjaga sehingga perjalanan menjadi lebih aman.
Lebih jauh, pembonceng bukan sekadar penumpang pasif, melainkan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan sepeda motor.
Pemahaman mengenai postur berboncengan yang tepat menjadi kunci agar pengendara dan pembonceng dapat bekerja sama menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
