Pelajar Kota Tasikmalaya Diajak Peduli Lingkungan, Krisis Bumi Jadi Alarm

edukasi lingkungan hidup di sekolah Kota Tasikmalaya
Dewi Nusarini, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, beri edukasi siswa SMKN 3 Tasikmalaya. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kesadaran menjaga lingkungan di kalangan pelajar terus didorong di Kota Tasikmalaya.

Di tengah krisis lingkungan yang makin terasa, sekolah dinilai menjadi tempat paling strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap bumi sejak dini.

Pesan itu disampaikan Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Dewi Nusarini, saat memberikan edukasi lingkungan kepada siswa SMKN 3 Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama

Melalui penyuluhan bertajuk “Dari Sekolah untuk Bumi: Menanam Rasa Peduli Lingkungan Sejak Dini untuk Masa Depan”, para siswa diajak melihat langsung realitas lingkungan yang kerap diabaikan.

Mulai dari sungai yang dipenuhi sampah, lingkungan kotor, hingga kebiasaan membakar sampah di sekitar permukiman.

“Sering kali kita melihat sungai penuh sampah atau sampah berserakan di pinggir jalan. Pertanyaannya, apakah kita benar-benar peduli pada kondisi bumi kita?” ujar Dewi di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut bukan sekadar masalah lokal, melainkan bagian dari krisis lingkungan global.

Saat ini, dunia menghadapi tiga ancaman besar yang saling berkaitan: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya polusi, terutama dari sampah.

Menurutnya, dampak krisis itu sudah mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari. Suhu bumi semakin panas, cuaca makin ekstrem, serta banjir dan kekeringan yang kian sering terjadi.

“Kita juga melihat sungai dan laut semakin tercemar. Jika kondisi ini terus dibiarkan, generasi muda yang akan paling merasakan dampaknya,” katanya.

Baca Juga:Sembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokHET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala Daerah

Karena itu, Dewi menilai pendidikan lingkungan hidup perlu dimulai dari sekolah.

Kebiasaan kecil yang dibangun sejak di bangku pendidikan diyakini mampu membentuk karakter peduli lingkungan hingga dewasa.

“Sekolah adalah tempat strategis untuk menanamkan perilaku ramah lingkungan. Dari kebiasaan kecil bisa lahir budaya besar,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai dasar kebijakan yang mendukung gerakan peduli lingkungan di sekolah.

Salah satunya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program Adiwiyata.

Selain itu, terdapat pula Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya terkait Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah serta penghargaan Adiwiyata di lingkungan pemerintah daerah.

0 Komentar