Dalam lomba ini panitia membagi beberapa kategori usia.
Mulai dari kelas usia 30–60 tahun, 60–80 tahun, hingga 80 tahun ke atas. Selain itu ada pula kategori khusus perempuan.
Untuk pemenang, panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan bagi juara pertama dan kedua di setiap kelas.
Sedangkan kategori perempuan hanya diambil juara pertama.
Fenomena lari cepat di jalanan ini sendiri sebenarnya bukan hal baru.
Baca Juga:Raffi Ahmad dan Amir Mahpud Bedah Masa Depan Anak Muda!Dikritik MUI, Tajuk Konser di Eks Terminal Cilembang Mendadak Berubah Jadi “Tasikmalaya Bersilaturahmi”
Komunitas lari malam di Kota Tasikmalaya sudah sering melakukannya di beberapa titik.
“Kebanyakan sebelumnya kita ada di Mayor Utarya, selanjutnya ada di Apipah yang biasa disebut Soka,” katanya.
Yanyan mengaku tren ini terinspirasi dari kota-kota lain. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mengalihkan potensi kenakalan remaja.
“Awalnya kita lihat dari kota lain. Selain itu juga untuk mengantisipasi perang sarung dan geng motor, karena tempat ini cukup bagus,” bebernya.
Meski digelar secara dadakan dengan persiapan hanya dua hari, panitia mengaku akan melakukan evaluasi jika kegiatan serupa digelar kembali.
“Evaluasi ke depan tentu akan lebih matang. Karena ini jujur saja persiapannya cuma dua hari,” katanya.
Bahkan panitia berencana menjadikan kegiatan ini agenda rutin setiap bulan Ramadan.
Baca Juga:Wujudkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Tasikmalaya Gandeng Penyuluh AgamaJelang Mudik Lebaran, Polres Tasikmalaya Kota Matangkan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya
“Rencana ke depan, Ramadan Race akan dipertandingkan seminggu sekali,” harapnya.
Salah satu peserta, Putri Meida (21), warga Kecamatan Bungursari yang juga mahasiswi Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, mengaku ikut kegiatan tersebut karena ingin merasakan sensasi berbeda.
Menurutnya, kegiatan yang difasilitasi polisi justru membuat suasana lebih nyaman.
“Seru ya, jadi lebih siap. Tidak ada balapan liar, tidak ada kejar-kejaran sama polisi juga. Jadi acaranya positif, olahraga,” katanya.
Putri mengaku sebenarnya tidak memiliki latar belakang atlet lari. Ia hanya ingin ikut meramaikan suasana.
“Aku sebenarnya enggak ada basic lari sama sekali. Dulu cuma pernah bela diri,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia bahkan mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena informasi lomba datang secara mendadak.
“Enggak ada persiapan. Ini juga acaranya dadakan,” katanya.
