Dikritik MUI, Tajuk Konser di Eks Terminal Cilembang Mendadak Berubah Jadi “Tasikmalaya Bersilaturahmi”

polemik konser di Eks Terminal Cilembang Kota Tasikmalaya
Tajuk konser di di Eks Terminal Cilembang Kota Tasikmalaya usai Lebaran berubah. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Di sisi lain, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) Tatang Pahat menilai peristiwa seni budaya tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

Menurutnya, sebuah kegiatan seni pada dasarnya merupakan refleksi perilaku masyarakat.

“Sebuah peristiwa seni budaya adalah potret perilaku masyarakat, jadi melihatnya harus multi tafsir,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap gelaran seni seharusnya menyesuaikan karakter masyarakat, termasuk mempertimbangkan etika, nilai, dan norma yang hidup di lingkungan tersebut.

Baca Juga:Wujudkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Tasikmalaya Gandeng Penyuluh AgamaJelang Mudik Lebaran, Polres Tasikmalaya Kota Matangkan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

“Dalam sebuah peristiwa seni budaya, hakekatnya merefleksikan perilaku masyarakatnya. Tentu harus disesuaikan dengan karakter masyarakatnya. Di situ ada etika, ada nilai, yang paling penting tidak bertabrakan dengan rencana pemerintah tentang pemajuan seni budaya,” bebernya.

Menurut Tatang, ruang ekspresi masyarakat tetap perlu dijaga agar tidak menimbulkan ketegangan sosial.

“Kalau ruang ekspresi disendat, harmonisasi di masyarakat bisa terdegradasi. Sementara karakter masyarakat Tasik sangat plural dan madani,” jelasnya.

Ia menilai, kehadiran kurator dalam setiap event seni budaya menjadi hal penting agar kegiatan tetap berjalan sesuai koridor nilai dan norma masyarakat.

“Adanya peristiwa seni budaya, kehadiran kurator sangat penting. Sifatnya mutlak harus dikurasi secara ketat, jadi stigma konser musik tidak jadi kambing hitam,” katanya.

Diketahui, konser tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Acara yang digagas oleh Shaolin Music, event organizer asal Cilacap, itu rencananya menghadirkan sejumlah musisi, seperti Denny Caknan, Guyon Waton, dan penyanyi religi Haddad Alwi.

Baca Juga:Petugas PLN Tersengat Listrik di Gardu Purbararu Kota Tasikmalaya, Kondisinya… Perempuan Terluka di Selokan Kota Tasikmalaya, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Konsep konser disebut menggabungkan berbagai genre musik, mulai dari dangdut koplo, pop Jawa hingga musik religi.

Namun waktu pelaksanaannya yang berdekatan dengan momen Lebaran membuat rencana konser ini menjadi perbincangan hangat di ruang publik Kota Tasikmalaya.

Sebagian menilai sebagai hiburan wajar, sementara yang lain melihatnya sebagai agenda yang kurang tepat dengan suasana pasca-Ramadan.

Kini, dengan berubahnya tajuk menjadi “Tasikmalaya Bersilaturahmi,” publik pun menunggu apakah polemik konser di Kota Tasikmalaya ini benar-benar mereda, atau justru hanya berganti judul tanpa mengubah perdebatan. (rezza rizaldi/red)

0 Komentar