UMB Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Antikorupsi

mahasiswa UMB Kota Tasikmalaya belajar pencegahan korupsi
Peserta Pembelajaran Anti Korupsi dari Hima Manajemen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mayasari Bakti, berfoto usai mengikuti pembelajaran anti korupsi beberapa waktu lalu. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Isu korupsi yang kian sering menyeret pelaku usia muda mendorong dunia kampus di Kota Tasikmalaya mulai menanamkan nilai antikorupsi sejak bangku kuliah.

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mayasari Bakti (UMB) menggelar pembelajaran pencegahan korupsi bagi mahasiswa.

Kegiatan ini menghadirkan penyuluh antikorupsi sekaligus praktisi perbankan, Muchammad Suryahadi.

Ketua Program Studi Manajemen FEB UMB, Ilman Anshori, mengatakan pembelajaran tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial kampus.

Baca Juga:NIF Ciamis Jadi Laboratorium Lapangan Mahasiswa UnsoedRS Jasa Kartini Tasikmalaya Kembangkan Layanan Digitalisasi 

Tujuannya membangun kesadaran sekaligus komitmen mahasiswa agar menjauhi praktik korupsi sejak dini.

Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan pelaku korupsi tidak lagi didominasi generasi tua.

Fenomena munculnya pelaku dari kalangan usia muda menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

“Fakta menunjukkan pelaku korupsi bisa siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau profesi. Karena itu mahasiswa harus sejak awal memiliki komitmen kuat untuk tidak terjerumus ke praktik yang mengarah pada korupsi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan antusiasme mahasiswa cukup tinggi. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan.

Sementara itu, penyuluh antikorupsi Muchammad Suryahadi menegaskan bahwa membangun integritas generasi muda harus dilakukan secara konsisten.

Mahasiswa, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan.

Menurutnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai dari lingkungan kampus, seperti menggunakan literasi digital secara bertanggung jawab, menanamkan integritas dalam kehidupan sehari-hari, membangun budaya kritis, serta berani bersikap ketika melihat penyimpangan.

Baca Juga:Sekda Umumkan Agenda Libur Panjang Lebaran ASN Kota Tasikmalaya, Tapi Ingatkan hal ini Diky Candra Ingatkan Musrenbang Kota Tasikmalaya Jangan Sekadar Formalitas

“Korupsi bukan sekadar masalah hukum. Dampaknya menjalar ke mana-mana, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pembangunan,” katanya.

Ia mencontohkan di sektor ekonomi, korupsi bisa menurunkan produktivitas, menggerus pendapatan negara dari pajak, hingga menghambat investasi.

Sementara di sektor kesehatan, korupsi dapat menyebabkan keterbatasan alat kesehatan, pasokan obat yang tidak memadai hingga sulitnya masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.

“Pada akhirnya korupsi bisa memicu kemiskinan. Karena itu pencegahan harus dimulai sejak dini, termasuk dari kampus,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Suryahadi juga menjelaskan tujuh jenis korupsi yang perlu dipahami mahasiswa.

0 Komentar