TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Dinas Sosial PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya melaksnakan inovasi baru dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Program tersebut diberi nama PESTA TELUR (Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Budidaya Ayam Petelur) yang diluncurkan sebagai langkah terpadu menggabungkan peningkatan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini menghadirkan konsep budidaya terpadu yang mengombinasikan peternakan ayam petelur, budidaya maggot, serta kolam ikan dalam satu sistem rak vertikal terpadu.
Baca Juga:SSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak YatimSekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 Pejabat
Melalui sistem tersebut, setiap komponen saling terhubung sehingga mampu menciptakan ekosistem produksi pangan yang efisien sekaligus berkelanjutan.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) pada Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tasikmalaya, Yanti Permayanti, menjelaskan bahwa PESTA TELUR merupakan inovasi di bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang difokuskan pada penanganan stunting melalui pendekatan ekonomi keluarga.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu keluarga yang memiliki balita stunting maupun ibu hamil agar memiliki akses terhadap sumber protein sekaligus peluang tambahan penghasilan.
“Program ini bertujuan menurunkan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu penyebab stunting adalah kondisi sosial ekonomi keluarga yang masih rendah, terutama pada keluarga yang memiliki balita atau ibu hamil. Karena itu, kami menggagas PESTA TELUR sebagai solusi untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yaitu gizi dan ekonomi,” ujar Yanti.
Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga sasaran program akan mendapatkan bantuan 15 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang berbentuk paralel vertikal. Kandang tersebut dirancang bertingkat dengan tiga fungsi sekaligus. Pada bagian paling atas ditempatkan ayam petelur sebagai sumber produksi telur.
Sementara di bagian tengah kandang digunakan untuk budidaya maggot atau larva lalat yang berfungsi sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi. Sedangkan pada bagian paling bawah disiapkan kolam ikan.Yanti menjelaskan, konsep tersebut dibuat agar tercipta hubungan simbiosis mutualisme antara ketiga komponen budidaya tersebut.
“Dengan sistem ini kebutuhan pakan ayam, ikan, dan maggot bisa saling mendukung. Maggot dapat menjadi sumber pakan protein bagi ayam dan ikan. Sementara untuk budidaya maggot sendiri, kami sudah bekerja sama dengan program MBG setempat untuk menyediakan limbah organik sebagai bahan pakan maggot,” jelasnya.
