20 Tahun TCC: Menelusuri Gua Tasikmalaya, Jaga Karst dan Ingatkan Alam Bukan Sekadar Spot Foto

Tasikmalaya Caving Community menjaga ekosistem karst Tasikmalaya
Anggota Tasikmalaya Caving Comunity buka pelatihan dasar penelusuran gua di Kota Tasikmalaya, Minggu (8/3/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah tren wisata alam yang sering berhenti pada urusan konten media sosial, ada komunitas yang memilih jalan berbeda: masuk ke perut bumi dan merawatnya.

Itulah yang dilakukan Tasikmalaya Caving Community (TCC) selama dua dekade terakhir di Tasikmalaya.

Komunitas penelusur gua tersebut memperingati 20 tahun perjalanan sejak berdiri pada 11 Maret 2006.

Baca Juga:ASN Tasikmalaya Menunggu Keputusan Wali Kotanya!SIMLIM

Momentum dua dekade itu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari buka puasa bersama, pelatihan dasar penelusuran gua, hingga gathering lintas komunitas pecinta alam.

Kegiatan digelar di sekretariat TCC di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (6/3/2026).

Acara dihadiri pegiat alam bebas dari berbagai kalangan, mulai dari siswa pencinta alam (Sispala), mahasiswa pencinta alam (Mapala), hingga komunitas pecinta alam umum di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang temu lintas generasi. Sejumlah anggota lama yang pernah terlibat sejak awal berdirinya TCC turut hadir.

Suasana hangat terasa karena banyak kisah lama kembali muncul—tentang ekspedisi gua, jalur vertikal yang menantang, hingga cerita penyelamatan di medan karst.

Ketua panitia kegiatan, Cepi Sandra Wijaya mengatakan, dua dekade perjalanan TCC bukan hanya soal eksplorasi gua, tetapi juga tentang konsistensi menjaga ekosistem karst yang sering luput dari perhatian.

“Selama 20 tahun ini TCC tidak hanya melakukan eksplorasi. Kami juga mendorong edukasi dan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem gua serta kawasan karst di Tasikmalaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga:Jalur Selatan Tasikmalaya Jadi Fokus Pengamanan Mudik LebaranKisah Riswan, Kuli Pasir yang Menggetarkan Hati Kapolres Andi: Diajak Jalan-jalan hingga Bukber

Menurut dia, kawasan karst memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyimpan air dan habitat berbagai organisme.

Sayangnya, keberadaan kawasan tersebut sering kali baru disadari ketika sudah rusak.

Momentum peringatan 20 tahun ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas anggota. Salah satunya melalui pelatihan dasar penelusuran gua bagi anggota baru.

Materi pelatihan meliputi pengenalan peralatan vertikal, teknik keselamatan saat eksplorasi, hingga etika konservasi lingkungan gua.

Bagi komunitas speleologi, keselamatan dan tanggung jawab terhadap alam bukan sekadar teori—tetapi prinsip utama sebelum seseorang turun ke dalam gua.

Sekretaris Jenderal TCC, Bambang Fitrah menuturkan, penguatan sumber daya manusia menjadi fokus komunitas ke depan.

0 Komentar