Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya H. Nasihin punya alasan lain kenapa program ini efektif. Karena distribusinya lewat UPZ kelurahan. Data penerima datang langsung dari lingkungan masyarakat.
Dengan begitu bantuan bisa lebih tepat sasaran. Tidak perlu daftar panjang. Tidak perlu verifikasi berlapis. Yang penting satu: siapa yang paling membutuhkan.
Namun cerita paling jujur selalu datang dari penerima. Ibu Siti, 67 tahun, warga Kelurahan Urug, termasuk yang menerima bantuan. Ia tidak berbicara panjang. Hanya satu kalimat.
Baca Juga:Obrolan Dua Orang Penting Gerindra!Kapolres Hariwang!
“Alhamdulillah, sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi di bulan Ramadhan.” Kalimat sederhana. Tapi cukup menggambarkan semuanya.
Program sosial sering diukur dari angka. Berapa paket. Berapa penerima. Berapa kelurahan. Namun Ramadhan biasanya mengajarkan ukuran yang berbeda.
Ukuran itu adalah rasa. Rasa bahwa masih ada yang peduli. Masih ada yang mengetuk pintu. Masih ada yang ingat kepada para lansia yang hidup sendiri. Dan selama masih ada yang mengetuk pintu itu, Ramadhan akan selalu terasa hangat. (rls)
