Ozbek juga mengungkapkan bahwa Osimhen memiliki mentalitas kompetitif yang tinggi bahkan saat latihan.
“Dalam latihan pun rasanya seperti dia sedang bermain di pertandingan resmi. Terkadang kami bahkan khawatir dia bisa mengalami cedera karena terlalu bersemangat. Tetapi dia adalah seorang profesional sejati dan sangat menjaga kondisi tubuhnya,” katanya.
Selain kualitas di lapangan, Ozbek juga menyoroti hubungan baik Osimhen dengan rekan-rekan setimnya di ruang ganti.
Baca Juga:Allegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan ScudettoAndrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…
“Dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan seluruh tim,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Ozbek juga membantah kabar yang menyebut kontrak Osimhen memiliki klausul pelepasan yang bisa memudahkan klub lain merekrutnya.
“Tidak ada klausul pelepasan dalam kontrak Osimhen,” tegasnya.
Ia bahkan optimistis striker Nigeria itu akan bertahan lama di Galatasaray.
“Dia adalah pemain yang sangat sukses dan kami berharap dia akan bermain untuk Galatasaray selama bertahun-tahun,” ujar Ozbek.
Penjelasan Klausul Anti Italia
Meski Ozbek membantah adanya klausul pelepasan, sejumlah laporan media Italia sebelumnya sempat menyebut adanya klausul khusus dalam kesepakatan transfer Osimhen yang dikenal sebagai “klausul anti-Italia.”
Klausul ini merupakan bentuk perlindungan bagi klub asal Italia sebelumnya—dalam hal ini Napoli—agar pemain yang dijual tidak langsung kembali ke Serie A dalam waktu dekat.
Secara sederhana, klausul anti-Italia biasanya berisi ketentuan bahwa jika klub baru menjual pemain tersebut ke tim Italia dalam periode tertentu, mereka harus membayar penalti atau kompensasi tambahan kepada klub sebelumnya.
Baca Juga:Syarat Allegri Gabung Madrid: Minta Florentino Perez Beli Dua Bintang AC MilanStrahinja Pavlovic: Inter Bukan Favorit Pemenang di Derby Della Madonnina
Dalam kasus Osimhen, klausul semacam ini disebut-sebut bertujuan untuk mencegah kemungkinan sang striker kembali ke Serie A, terutama ke klub rival Napoli seperti Juventus.
Jika klausul tersebut benar-benar ada, maka Galatasaray berpotensi harus membayar denda besar apabila melepas Osimhen ke klub Italia sebelum periode tertentu berakhir.
Terakhir, Ozbek juga menanggapi soal nilai transfer Osimhen yang sempat dianggap terlalu mahal saat pertama kali didatangkan Galatasaray.
Menurutnya, persepsi tersebut kini sudah berubah seiring dengan performa luar biasa yang ditunjukkan sang pemain.
