RADARTASIK.ID – Bek tengah AC Milan, Strahinja Pavlovic, menegaskan bahwa Inter Milan bukanlah favorit mutlak dalam Derby della Madonnina.
Menurutnya, laga derby selalu memiliki cerita sendiri, sehingga prediksi di atas kertas sering kali tidak berlaku.
Pavlovic yang kini menjadi salah satu pilar pertahanan AC Milan mengaku timnya memandang derby melawan Inter Milan sebagai pertandingan yang sangat penting, bahkan bisa menentukan arah musim mereka, terutama dalam persaingan menuju Scudetto.
Baca Juga:Ditolak Jurgen Klopp, Real Madrid Incar Allegri untuk Gantikan ArbeloaAllegri Tak Setuju AC Milan Akan Jual Fofana Jika Sukses Datangkan Bintang Muda Corinthians
Bagi Milan, derby kali ini memiliki makna besar. Rossoneri masih berusaha memperkecil jarak poin dengan Inter di klasemen Serie A.
Kemenangan bukan hanya penting untuk meraih tiga poin, tetapi juga untuk menanamkan keraguan pada rival sekota sekaligus menjaga harapan dalam perburuan gelar.
Optimisme itu sebelumnya juga disuarakan oleh Rafael Leao setelah kemenangan Milan atas Cremonese.
Kini Pavlovic turut menguatkan keyakinan tersebut melalui wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Inter berada di puncak klasemen dan mungkin bermain dengan tekanan yang lebih kecil dibanding kami. Namun derby selalu berbeda dari pertandingan lain,” ujar Pavlovic.
Bek asal Serbia itu menegaskan bahwa dalam laga sebesar Derby della Madonnina, tidak ada tim yang benar-benar difavoritkan.
“Inter favorit? Tidak. Dalam derby tidak ada favorit. Musim lalu kami kesulitan di liga dan bahkan finis di posisi kedelapan, tetapi kami justru sering menang dalam derby. Pertandingan seperti ini selalu punya cerita sendiri,” katanya.
Baca Juga:Daftar Kiper Incaran Juventus untuk Gantikan Michele Di Gregorio: Dari Carnesecchi Hingga VicarioCurhat Sarri Usai Lazio Ditahan Imbang Atalanta: Tim Sudah Mulai Terbiasa dengan Situasi Menyedihkan
Pavlovic juga mengaku menyukai pertandingan dengan tensi tinggi. Menurutnya, duel penuh tekanan justru menjadi alasan mengapa banyak pemain mencintai sepak bola.
“Saya memang suka pertandingan seperti ini. Saya pikir semua pemain yang mencintai sepak bola hidup untuk pertandingan seperti derby,” ujarnya sambil tersenyum.
Pavlovic juga mengenang pengalaman derby pertamanya sebagai pemain profesional saat membela FK Partizan.
Saat itu ia baru berusia 17 tahun dan menghadapi rival abadi Red Star Belgrade di Stadion Marakana.
“Itu pertandingan kedua saya sebagai pemain profesional. Saya masih sangat muda dan tidak berpengalaman, tetapi atmosfernya luar biasa dan akan selalu saya ingat,” katanya.
