TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah polemik sulitnya mendapatkan uang baru untuk THR Lebaran, jasa penukaran uang justru bermunculan di media sosial. Dengan tambahan biaya administrasi lumayan tinggi, jasa ini banyak ditawarkan melalui grup-grup media sosial seperti Facebook maupun pesan berantai di Whatsapp.
Salah satunya di grup Wisata Belanja Tasik Online. Salah seorang pengguna dengan akun @Yuxxx menawarkan jasa tukar uang baru untuk Lebaran dengan nominal pecahan beragam. Dari pecahan yang paling kecil seribu rupiah hingga pecahan seratus ribu rupiah.
“Ready buat yang mau tukar uang baru edisi Lebaran. Lok Ampera taskot. Pemesanan WA 089524744xxx,” tulisnya dalam unggahan yang beredar di grup tersebut.
Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Pintu yang Sulit Diketuk (part 3-habis)Sentra Ikan, Telur, dan Hortikultura Disiapkan untuk MBG Kota Tasikmalaya agar Ekonomi Warga Ikut Kenyang
Berdasarkan postingan itu, tarif jasa penukaran uang y bervariasi. Tergantung jumlah uang yang ditukarkan. Untuk penukaran uang sebesar Rp100 ribu menjadi pecahan seribu, masyarakat harus menyiapkan uang sebesar Rp125 ribu atau terdapat biaya jasa sekitar Rp25 ribu.
Jika menukar Rp200 ribu, total uang yang harus dibayarkan menjadi Rp240 ribu atau terdapat biaya jasa Rp40 ribu. Sementara untuk penukaran Rp500 ribu, masyarakat harus menyiapkan Rp600 ribu atau dikenakan biaya jasa Rp100 ribu.
Pada nominal yang lebih besar, biaya jasa juga meningkat. Penukaran Rp1 juta misalnya, harus dibayar Rp1 juta 150 ribu atau terdapat biaya jasa Rp150 ribu. Untuk penukaran Rp2 juta, total pembayaran menjadi Rp2 juta 250 ribu atau biaya jasa Rp250 ribu.
Adapun penukaran Rp5 juta dikenakan total pembayaran Rp5 juta 200 ribu, sehingga biaya jasanya sekitar Rp200 ribu. Sementara untuk penukaran Rp10 juta, masyarakat harus membayar Rp10 juta 300 ribu atau terdapat biaya jasa sebesar Rp300 ribu.
Dalam pesan tersebut juga dicantumkan lokasi penukaran berada di wilayah Tasikmalaya, tepatnya di sekitar kawasan Universitas Perjuangan (Unper). Masyarakat yang ingin menukar uang diminta mencantumkan nama serta pecahan uang yang akan ditukarkan sebelum melakukan transaksi.
Sementara itu, di lapangan, layanan penukaran uang baru memang tidak mudah ditemukan di jalur informal seperti warung BRILink. Rosa Rosdiana (35), pengelola warung BRILink di kawasan Argasari, Kecamatan Cihideung, mengaku sejak tahun lalu pihaknya sudah tidak melayani penukaran uang baru.
