TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ramadan di Kota Tasikmalaya tak melulu soal antre takjil dan berburu diskon kolak.
Di lingkungan kampus Universitas Mayasari Bakti (UMB), bulan suci justru disulap menjadi panggung kreativitas mahasiswa lewat gelaran UMB Ramadan Festival 1447 Hijriah yang berlangsung hampir sebulan penuh, dari 1 hingga 24 Ramadan.
Alih-alih sekadar seremonial religi, festival ini dikemas seperti “pasar malam spiritual”: ada lomba, ada seni, ada bazar, dan tentu saja ada tempat strategis untuk ngabuburit yang tidak cuma rebahan.
Baca Juga:Mesin ATM Bank Mandiri Kota Tasikmalayan Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 300 JutaProgram Ramadan JNE Dongkrak Arus Kiriman, Promo Mudik hingga Diskon Ongkir Jadi Mesin Pertumbuhan
Koordinator kegiatan, Indra Setiawan, mahasiswa Prodi Mekatronika Fakultas Teknik, mengatakan festival ini menyasar masyarakat umum lintas usia. Dari yang masih belajar mewarnai hingga yang sudah fasih melantunkan adzan.
“Kami membuka lomba adzan, lomba lagu religi, sampai lomba mewarnai untuk anak-anak TK. Jadi Ramadan di kampus bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk keluarga dan warga sekitar,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Tak cukup dengan lomba, UMB juga menghadirkan bazar kuliner yang membuat aroma gorengan dan takjil bersaing dengan suara lantunan shalawat.
Stand-stand makanan ini menjadi magnet pengunjung sekaligus etalase ekonomi kreatif warga sekitar kampus.
Bagi sebagian orang, bazar ini mungkin hanya soal perut. Namun bagi panitia, ini adalah strategi halus: dakwah lewat dimsum dan kolak pisang.
Pembina kegiatan, Muhammad Indra Gunawan, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya soal syiar Islam, tapi juga cara kampus memperkenalkan diri ke publik Kota Tasikmalaya dengan wajah yang lebih membumi.
“Kegiatan ini menjadi sarana latihan mahasiswa mengelola event, sekaligus membuka kampus agar lebih dikenal masyarakat. Ramadan jangan hanya diisi dengan rutinitas, tapi juga kegiatan sosial yang hidup,” katanya.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah di Kota Tasikmalaya: Harga Diturunkan, Antrean Warga DinaikkanHabis Beli Ban, Supir Bus di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya Meninggal Dalam Kendaraan
Ia menyebut konsep yang diusung selaras dengan nilai Socio-Technopreneur yang ditanamkan kampus: mahasiswa tak hanya pintar di kelas, tapi juga peka terhadap lingkungan sosial dan spiritual.
“Kami ingin mahasiswa siap jadi imam, siap bicara di depan publik, dan siap berbaur dengan masyarakat. UMB Ramadan Festival ini semacam laboratorium mental dan spiritual,” terangnya.
