TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah rendahnya minat baca di kalangan generasi muda, sekelompok pemuda di Kecamatan Karangnunggal justru memilih bergerak ke arah sebaliknya.
Mereka meresmikan Komunitas Literasi Malaka pada Sabtu (28/2/2026) sebagai ruang bersama untuk menumbuhkan budaya membaca, berdiskusi, dan menulis gagasan di kalangan anak muda.
Komunitas yang diprakarsai oleh Satria Guruh bersama sejumlah pemuda tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah daya pikir kritis sekaligus menumbuhkan budaya literasi. Melalui wadah ini, para pemuda didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga terbiasa membaca, berdiskusi, dan menulis gagasan.
Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Dua Kadis dari Purwakarta dan Kementerian (part 1)Menjaga Kepercayaan!
“Berangkat dari kegelisahan atas rendahnya budaya baca di kalangan generasi muda, Komunitas Literasi Malaka dibentuk sebagai wadah intelektual untuk memperkuat karakter, daya kritis, dan semangat kebangsaan,” ungkap Satria.
Dalam pengembangannya, Komunitas Literasi Malaka menjalin kolaborasi dengan Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Karangnunggal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memadukan nilai-nilai kepramukaan dengan gerakan literasi yang lebih aktif dan relevan bagi generasi muda.
Satria mengungkapkan, mayoritas anggota komunitas ini merupakan bagian dari DKR Pramuka Karangnunggal. Hal itu menjadikan gerakan literasi yang dibangun memiliki karakter disiplin, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, komunitas ini menjalankan sejumlah program, di antaranya literasi buku berbasis media sosial melalui video ulasan buku di Instagram, kegiatan tadabur buku dan diskusi gagasan, hingga program penulisan buku kolektif bertema kepramukaan.
Program penulisan buku tersebut dirancang sebagai karya bersama para kader pramuka yang ingin menuangkan pengalaman, nilai kepemimpinan, serta gagasan literasi dalam bentuk tulisan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan pramuka tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melahirkan karya intelektual yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, Komunitas Literasi Malaka berharap dapat menumbuhkan ekosistem literasi yang berkelanjutan serta melahirkan generasi muda yang aktif di masyarakat sekaligus kuat secara intelektual. (Fitriah Widayanti)
