“Saya tidak tahu. Yang saya tahu, kami adalah Como dan mereka adalah Inter. Mentalitas kedua tim dan kedua klub berbeda. Tapi kami pantas mendapat kesempatan memainkan semifinal ini di San Siro. Dua tahun lalu tak ada yang akan mengatakan itu,” ujarnya.
Fabregas kemudian melontarkan sindiran tajam dan meminta wartawan menanyakan soal performa Inter yang tidak biasanya kepada Chivu.
“Kepada Chivu seharusnya ditanyakan mengapa mereka bermain berbeda dibandingkan saat tampil di Serie A. Para pemain kami sudah menjalankan pertandingan yang sangat bagus,” tambahnya.
Baca Juga:Marotta Bantah Derby Lawan AC Milan Penentu Scudetto: Masih Banyak Pertandingan JebakanAC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto, Leao Anggap Derby Lawan Inter Laga Hidup dan Mati
Pernyataan tersebut seolah menyiratkan bahwa permainan membosankan bukan sepenuhnya kesalahan Como, melainkan juga pendekatan Inter yang hanya cari aman.
Di akhir wawancara, Fabregas juga berbicara tentang masa depannya bersama Como. Ia menegaskan proyek klub masih berjalan sesuai rencana.
“Ide kami selalu berkembang. Kami harus terus seperti ini. Saat ini pikiran saya sepenuhnya untuk Serie A, karena jalan masih panjang,” tuturnya.
“Mimpi kami adalah terus tumbuh dan, ketika siap, bersaing untuk sesuatu yang lebih besar. Pelan-pelan kami menaikkan standar dan melihat sejauh mana kami bisa melangkah,” pungkasnya.
Hasil imbang tanpa gol membuat penentuan tiket final Coppa Italia akan ditentukan di San Siro.
Namun sebelum itu, Como dan Inter harus kembali fokus ke Serie A.
Bagi Fabregas, yang terpenting saat ini bukanlah komentar publik tentang laga membosankan, melainkan memastikan timnya terus berkembang dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
