Jika Stabile menolak menandatangani tanpa dasar hukum yang kuat, tindakan tersebut bisa dianggap sebagai pengakhiran sepihak atau pelanggaran kontrak.
Merujuk pada Regulasi FIFA tentang Status dan Transfer Pemain (RSTP), khususnya Pasal 22 dan 24, Rossoneri berpeluang membawa perkara ini ke Pengadilan Sepak Bola FIFA.
Apabila kasus berlanjut, Milan dapat menuntut ganti rugi dengan sejumlah dasar hukum.
Baca Juga:Juventus Lakukan Comeback Ajaib dalam 15 Menit, Gatti Selamatkan Nasib SpallettiDrama di Laga AS Roma vs Juventus yang Berakhir 3-3: Spalletti Ribut dengan Ndicka dan Penonton di Olimpico
Di antaranya kesepakatan atas elemen penting kontrak, penerimaan resmi pihak Brasil, serta bukti sirkulasi dokumen untuk penandatanganan akhir.
Nilai kompensasi yang mungkin dituntut bukan hanya sebesar nilai transfer €17 juta (Rp289 miliar), tetapi juga mencakup potensi kerugian lain seperti kehilangan kesempatan mendapatkan pemain, biaya negosiasi, hingga risiko reputasi dan regulasi.
Kini, bola berada di tangan manajemen Corinthians. Apakah mereka tetap pada kesepakatan awal atau memilih jalur konfrontasi hukum?
Yang jelas, saga transfer Andre bukan sekadar urusan angka ratusan miliar rupiah, melainkan juga pertaruhan kredibilitas institusi dan kekuatan hukum dalam industri sepak bola modern.
