TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya 2026 menyusut tajam. Dari biasanya berada di kisaran Rp1,7 triliun, kini turun menjadi sekitar Rp1,4 triliun. Lebih dari Rp300 miliar hilang dari postur anggaran.
Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah, menjelaskan pengurangan terbesar berasal dari dana transfer pusat dan provinsi yang tidak lagi turun seperti tahun-tahun sebelumnya.
“TKD kita kurang lebih berkurang Rp219 miliar. Dari provinsi yang diestimasi Rp86 miliar juga tidak ada dana transfer. Jadi totalnya ya sekitar Rp300 miliar lebih. APBD yang biasanya Rp1,7 triliun sekarang jadi Rp1,4 triliun lebih,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Apep, pengurangan tersebut berdampak langsung terhadap pemerataan pembangunan.
Baca Juga:Admin Kominfo Juga Manusia!Kepala MAN 1 Tasikmalaya Berganti, H Husen Digantikan H Eka Mulyana
“Bagi Kota Tasikmalaya, anggaran Rp200 miliar lebih itu proporsinya besar sekali untuk pemerataan pembangunan. Jadi ya jelas berpengaruh,” katanya.
APBD 2026 bahkan disahkan dalam kondisi defisit awal Rp50,78 miliar. Karena itu, efisiensi dilakukan hingga ke aktivitas birokrasi sehari-hari.
“Rapat yang hanya melibatkan ASN cukup disediakan air minum saja,” ujar Apep.
Jamuan dan snack hanya disiapkan jika melibatkan unsur masyarakat.
“Snack itu ada di standar biaya, sekitar Rp15.000. Itu nanti dilegalformalkan lewat Peraturan Wali Kota yang sedang proses,” jelasnya.
Di tengah tekanan fiskal tersebut, Apep menyoroti potensi perputaran dana dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nilainya hampir setara dengan dana transfer yang hilang.
“Perputaran uang dari MBG itu kurang lebih Rp300 miliar di Kota Tasikmalaya saja. Tantangannya bagaimana uang itu tidak lari ke luar daerah,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan rantai produksi lokal agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada konsumsi.
Baca Juga:Pulang Naik Bus Budiman, Bupati Tasikmalaya Seperti Nostalgia!Kuota Penukaran Ludes, Warga Kota Tasikmalaya Bingung Mencari Uang Pecahan untuk THR Lebaran
“Bagaimana petani meningkatkan produksi, infrastruktur memperlancar distribusi, dan dinas-dinas bisa bantu pemasarannya. Supaya perputaran uang dari program pusat itu betul-betul berputar di Kota Tasik, bukan transit lalu kabur,” ucapnya.
Secara hitungan kasar, Rp300 miliar per tahun setara sekitar Rp25 miliar per bulan atau lebih dari Rp1 miliar per hari sekolah.
