TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sore itu matahari belum benar-benar turun. Tapi wangi kolak sudah lebih dulu menyentuh hidung.
Ada waluh. Ada cangkaleng. Ada pisang. Direbus pelan. Manisnya pas. Tidak berlebihan. Seperti niat yang ingin berbagi—tidak ingin dipuji, tapi ingin berarti.
Di tepi jalan, Senin (2/3/2026), 1.000 bungkus kolak berpindah tangan. Dari tim kecil berbaju biru sederhana, ke pengendara yang mungkin belum sempat pulang.
Baca Juga:Pendapatan Konser Musik di Kota Tasikmalaya Sering Bocor, Pemkot Dorong Skema Bayar Pajak di MukaGerhana Bulan Total di Ramadan, BHRD Kota Tasikmalaya Ingatkan Warga: Jangan Cuma Foto Tapi Shalat
Dari tangan yang memberi, ke tangan yang menerima dengan senyum tipis—kadang disertai ucapan lirih: “Hatur nuhun.”
Itulah sore berbagi takjil yang diinisiasi Radar Tasikmalaya bersama Gandara Group.
Bukan sekadar bagi-bagi kolak. Tapi cara merayakan umur yang ke-22—tanpa panggung, tanpa spanduk besar, tanpa pesta gemerlap.
Pada 1 Maret 2026 kemarin, Radar Tasikmalaya genap 22 tahun. Usia yang tidak lagi muda untuk ukuran media daerah.
Banyak yang lahir sezaman sudah tumbang. Ada yang tersisa tinggal papan nama. Ada yang hilang tanpa jejak.
Radar memilih cara berbeda untuk bersyukur, turun ke jalan. Sebenarnya, berbagi kolak bukan hal baru bagi Gandara Group.
Setiap Ramadan, mereka rutin melakukannya. Sehari 1.000 porsi. Tahun ini sudah 11 titik disambangi. Dan itu belum berhenti.
Baca Juga:Berkas Tersangka Eksploitasi Anak Dilimpahkan, Polisi Tinggal Menunggu “Lampu Hijau” Jaksa Kota TasikmalayaTak Mau Bandara Sepi Lagi, Kota Tasikmalaya Dorong Promosi Udara dan Kerja Sama Priangan Timur
Pembagian kolak—yang diracik langsung oleh tim khusus internal Gandara Group akan terus berjalan sampai H-1 Lebaran.
Saya sempat berbincang dengan pemiliknya, H Cahya Gandara. Usianya 43 tahun. Tidak banyak gaya. Tidak banyak teori. “Pengen ada yang berdampak,” katanya pelan.
Bukan proyek besar. Bukan angka fantastis. Hanya kolak. Tapi 1.000 porsi per hari itu bukan angka kecil. Apalagi kalau dilakukan rutin. Konsisten. Tanpa perlu menunggu kamera datang.
“Walaupun tidak seberapa,” tambahnya, “mudah-mudahan bisa jadi motivasi buat yang lain.” ucapnya.
Ia tidak meminta tepuk tangan. Ia hanya meminta doa. Agar kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung setiap tahun. Permintaan yang sederhana. Tapi tidak semua orang berani berkomitmen pada kesederhanaan yang konsisten.
Bagi Radar Tasikmalaya, kolaborasi ini lebih dari sekadar agenda seremonial ulang tahun.
