Warga Keluhkan Jembatan Cibeureum Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Arena Balap Liar Selama Ramadan

Jembatan Cibereum Bantarkalong
Jembatan Cibeureum Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya ramai dijadikan tempat balap liar selama Ramadan. (Tangkap Layar)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suasana ngabuburit yang seharusnya diisi aktivitas santai menjelang berbuka puasa justru berubah mencekam di kawasan Jembatan Cibeuruem, Desa Simpang Bantarkalong.

Setiap sore selama Ramadan, lokasi tersebut kerap dikuasai aksi balapan liar sekelompok remaja yang nekat memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Aksi ugal-ugalan itu bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain. Deru knalpot bising dan manuver berisiko para pembalap liar membuat arus lalu lintas tersendat, terutama di jalur penghubung Karangnunggal menuju Cipatujah maupun sebaliknya.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Sejumlah pengendara mengaku terpaksa memperlambat laju kendaraan karena jalan dipenuhi motor yang dipakai balapan. Kondisi ini diperparah karena ruas tersebut merupakan jalur provinsi yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Riki Aktari (35), salah seorang pengendara, mengatakan balapan liar hampir selalu terjadi menjelang waktu berbuka. Menurutnya, fenomena itu semakin sering sejak awal Ramadan.

“Hampir setiap sore, apalagi setelah masuk bulan puasa. Mereka ngebut dan meraung-raungkan motor di tengah jalan,” ujarnya.

Ia menilai aksi tersebut sangat berisiko memicu kecelakaan. Riki berharap aparat kepolisian segera turun tangan sebelum muncul korban jiwa.

“Jangan sampai ada yang celaka dulu baru ditindak. Perlu penertiban tegas,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Miftah Parid (35). Ia menyebut para pelaku diduga remaja usia sekolah, mulai dari tingkat SMP hingga SMK. Setiap Ramadan, pola yang sama terus terulang tanpa ada efek jera.

“Setiap tahun selalu begitu. Anak-anak kumpul, balapan, bikin bising. Kami warga jadi resah dan takut kalau sampai ada kecelakaan,” tuturnya.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Selain membahayakan keselamatan, kebisingan knalpot dan kerumunan penonton dadakan juga mengganggu kenyamanan warga sekitar jembatan. Mereka meminta patroli rutin dilakukan setiap sore untuk mencegah lokasi tersebut kembali dijadikan arena balap liar.

Warga berharap aparat keamanan segera mengambil langkah tegas agar Jembatan Cibeuruem kembali menjadi jalur lalu lintas yang aman, bukan lintasan adu kecepatan yang mengancam nyawa. (ujg)

0 Komentar