RADARTASIK.ID – Dinamika internal kembali membayangi perjalanan AC Milan yang menargetkan lolos ke Liga Champions musim depan.
Di tengah ambisi besar membawa Rossoneri kembali berjaya di Eropa, muncul gesekan antara direktur olahraga Igli Tare dan CEO klub Giorgio Furlani.
Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu proyek besar pelatih Massimiliano Allegri untuk membangun tim yang kompetitif di Liga Champions.
Baca Juga:Tertarik Gabung AC Milan, Casemiro Hubungi Luka ModricHasil Undian Liga Champions dan Liga Europa: Atalanta vs Bayern Munchen, AS Roma Lawan Bologna
Selama beberapa tahun terakhir, Milan kerap dinilai kurang memiliki figur direktur olahraga yang kuat dan visioner.
Kedatangan Tare—yang dikenal sebagai arsitek kesuksesan Lazio—sempat disambut optimisme. I
a dianggap membawa pendekatan tegas dan strategis, termasuk keberanian mengambil keputusan yang mungkin tidak populer, tetapi dianggap penting demi keseimbangan finansial dan teknis klub.
Pendekatan Tare terlihat jelas dalam pengelolaan aset pemain. Sejumlah transfer keluar dinilai sukses membantu menutup kekurangan pendapatan akibat absennya Milan dari Liga Champions musim ini.
Penjualan Malick Thiaw ke Newcastle senilai sekitar €40 juta dan Theo Hernandez ke Al Hilal seharga €20 juta, meski kontraknya tersisa satu tahun, memberikan suntikan finansial signifikan bagi klub.
Namun, persoalan muncul ketika memasuki fase belanja pemain.
Negosiasi panjang untuk mendatangkan Ardon Jashari dari Club Brugge dengan nilai hampir €40 juta termasuk bonus memicu perdebatan internal.
Belum lagi investasi pada nama-nama seperti Christopher Nkunku dan Pervis Estupinan yang dinilai terlalu agresif oleh sebagian manajemen.
Perbedaan sudut pandang antara Tare dan Furlani pun tak terhindarkan.
Baca Juga:Inter Incar Pemain Tottenham untuk Gantikan Dumfries, Juventus Sukses Perpanjang Kontrak Weston McKennieFans AC Milan Impikan Duet Leao dan Camarda Musim Depan
Di satu sisi, Tare berfokus pada penguatan teknis jangka menengah hingga panjang. Di sisi lain, Furlani menekankan kehati-hatian finansial dan stabilitas neraca klub.
Manajemen Milan sendiri sebelumnya menegaskan komitmen terhadap kontinuitas tata kelola klub.
Dalam pernyataan resmi setelah proses refinancing dengan Comvest pada 30 Januari lalu, klub memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam struktur manajemen.
Furlani, yang kontraknya diperpanjang hingga 2028, tetap menjadi CEO dan akan didukung oleh Massimo Calvelli sebagai penghubung utama antara klub dan pemilik.
Meski demikian, masa depan Tare tetap akan dievaluasi di akhir musim.
