Padahal ia manusia. Ia bisa lelah. Ia bisa salah ketik. Ia bisa salah waktu unggah. Media sosial pemerintah kini bukan lagi papan pengumuman satu arah. Ia sudah berubah menjadi ruang debat kecil. Tempat warga melampiaskan kritik. Tempat candaan dan sindiran bercampur. Tempat klarifikasi harus dilakukan dalam hitungan menit.
Dan di tengah semua itu, admin berkata jujur: serba salah. Kalau tidak dibalas, dianggap tidak responsif. Kalau dibalas, dianggap terlalu sibuk membela. Kalau menjelaskan, dianggap defensif. Kalau diam, dianggap menutup diri.
Beginilah wajah baru birokrasi. Bukan hanya soal program. Tapi soal persepsi. Soal timing. Soal sensitivitas. Video lama bisa terasa baru. Video baru bisa terasa salah waktu.
Baca Juga:Kepala MAN 1 Tasikmalaya Berganti, H Husen Digantikan H Eka MulyanaPulang Naik Bus Budiman, Bupati Tasikmalaya Seperti Nostalgia!
Dan seorang admin, dengan satu emoji menangis, mungkin tanpa sadar telah menunjukkan sisi paling jujur dari komunikasi pemerintah hari ini: mereka juga sedang belajar.
Belajar bahwa di era digital, yang paling berat bukan mengunggah video. Yang paling berat adalah menghadapi komentar. (red)
